Sejarah Akmil

Wafa Wardana
Aug 23, 2017 · 2 min read

Histori Akademi Militer (Akmil) berawal dari dibangunnya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada th. 1950, MA Yogyakarta sehabis meluluskan dua angkatan, karna argumen teknis, ditutup untuk sesaat serta taruna angkatan ke-3 merampungkan pendidikannya di KMA Breda, Nederland. Pada kurun saat yang sama di beberapa tempat beda (Malang, Mojoangung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) dibangun Sekolah Perwira Darurat untuk penuhi keperluan TNI AD/ABRI pada saat itu.

Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung dibangun SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat), serta pada tanggal 23 September 1956 beralih jadi ATEKAD (Akademi Tehnik Angkatan Darat). Disamping itu juga pada tanggal 13 Januari 1951 dibangun juga P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. Mengingat ketika itu banyak sekolah perwira TNI AD, jadi keluar ide dari pimpinan TNI AD untuk membangun satu Akademi Militer, ide ini pertama kalinya ditampilkan pada sidang parlemen oleh Menteri Pertahanan pada th. 1952. Sehabis lewat beragam sistem, jadi pada tanggal 11 Nopember 1957 jam 11. 00 Presiden RI Ir Soekarno sebagai Panglima Teratas Angkatan Perang RI, resmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini adalah lanjutan dari MA Yogyakarta serta taruna input th. 1957 ini dinyatakan jadi Taruna AMN angkatan ke-4.

Pada th. 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional serta berkedudukan di Magelang.

Mengingat ketika itu semasing angkatan (AD, AL, AU serta Polri) mempunyai Akademi, jadi pada tanggal 16 Desember 1965 semua Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU serta AAK) diintegrasikan jadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Sesuai sama tuntutan pekerjaan, jadi pada tanggal 29 Januari 1967 Akabri di Magelang diresmikan jadi Akabri Udarat, yang mencakup dua Akabri sisi dibawah satu pimpinan, yakni Akabri Sisi Umum serta Akabri sisi Darat. Akabri Sisi Umum mendidik taruna TK-I sepanjang setahun, termasuk juga Pendidikan Basic Keprajuritan Chandradimuka, sedang Akabri sisi Darat mendidik taruna Akabri Sisi Darat mulai TK-II s/d TK-IV. Pada tanggal 29 September 1979 Akabri Udarat beralih namanya jadi Akabri Sisi Darat.

Dalam rencana reorganisasi di lingkungan ABRI, jadi pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Sisi Darat beralih namanya jadi Akmil (Akademi Militer).
Pada tanggal 1 April 1999 dengan resmi Polri terpisah dari tiga angkatan yang lain, serta ABRI beralih jadi TNI. Mulai sejak itu juga Akademi Kepolisian terpisah dari AKABRI. Lalu AKABRI beralih namanya jadi Akademi TNI yang terbagi dalam AKMIL, AAL, AAU.

Berdasar pada Perpang Nomor : Perpang/28/V/2008 tanggal 12 Mei 2008 Pendidikan Basic Keprajuritan Chandradimuka serta Integratif Akademi TNI alur 12 bulan segera di bawah Mako Akademi TNI. Lalu AKMIL mengadakan pendidikan spesial Taruna Angkatan Darat tingkat II, III serta IV.

)
    Wafa Wardana

    Written by

    ”http://luthfan.com” visit my site