Cerita tentang Wajan dan Kematian

Di aral yang melintang panjang sejauh mata memandang
Di genap pikuk sehiruk terik fatamorgana 
Di gemerlap malam terang dari lampu yang lalu lalang
Di gema klakson berbaju besi 
Ia tertidur dalam duka kami
Seakan ruasmu yang kiri kanan dan kanan kiri itu tak mampu memenuhi keangkuhan para pencetak laporan kejadian

Tuan-tuan berbaju wajan
Simpan besi dan beton itu disaku kotormu! 
Juga jalanmu!
Telah dibentangkan padanya keabadian 
Yang niscaya tanpa laporan-laporan
Tentang berapa kematian
Tentang seberapa kematian

Juga tutup telingamu tuan-tuan penanak wajan 
Yang demikian itu tidak masuk dalam hitungan
Tentang apa yang dibutuhkan 
Untuk tetap memiliki wajan

Bandung, 22 Agustus 2016

Ps. Aku turut berduka atas berpulangnya Fevi Silvia, Mahasiswa UI yang tertabrak saat menyebrang ruas jalan Margonda. Dari segala rahmat yang tercurah di bumi pertiwi, semoga keabadian miliknya di dunia yang lain.

Like what you read? Give Luthfi Amri a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.