Pandit Sok Tau
Nov 4 · 2 min read

Mersyside,3 November 2019

Mungkin terlampau berat untuk mereka yg menggeluti dunia sepak bola secara langsung menggambarkan malam kelam ini,mungkin hanya para jurnalis dan pandit dengan bermodalkan profesionalisme ala ala juga melibatkan sedikit emosi dan rasa yang sanggup menulis insiden malam kemaren.Dan sialnya mungkin saya termasuk dari mereka dan parahnya semua ini buat saya tidak akan menhasilkan uang,mentok mentok dapet views banyak dari pembaca ya,atau banyak Claps dari sesama penulis amatiran medium.But somehow let me try it.


Partai antara The Toffes dan Lilywhites ini berlangsung cukup keras.Tim tuan rumah yang tampil di depan pendukungnya bermain spartan,duel duel kerap kali terjadi antar para pemain,dan riuh supporter everton seakan menembus speaker HP saya,dan VAR yang merupakan benda mati ini seakan usil menambah panas dan berisik Stadion Goodison Park (gak tau juga si,kan cuman streaming dari HP).

Insiden itu saya kira bermula dari sikut Gomes yang menghantam muka Son.Adalah kewajaran seorang pemain emosi karna mereka juga manusia.Maka beberapa menit setelah itu terjadi momen counter attack dan andre gomes melakukan dribble panjang.Son si Korea pun lantas mengejar dari belakang dan entah dengan tujuan memutus counter atau karna sedikit amarah ia melakukan tackle kepada gomes,dan sialnya gomes jatuh dan terjepit di antara dua pemain spurs, Auries dan Son.Akhirnya terjadilah apa yang terjadi.

Son tak bisa berhenti menangis setelah melakukan tackle terhadap Andre Gomes,bahkan sampai ruang ganti.

Cenk Tosun penyelamat everton dalam partai ini,menggambarkan insiden itu dalam Press Conference.

Dia (Andre Gomes) kaget,matanya terbelalak,dia menangis dan berteriak.Saya hanya mencoba memeluknya dan berbicara dengannya”

Dele Alli juga membela temannya saat supporter meneriakan kata kata rasis terhadapnya

Dia (Son) menangis, ini bukan salahnya, Sonny adalah salah satu orang yg paling baik yang kalian temui,dia tidak pernah bermaksud melakukan itu.”

Captain tim everton Coleman yang dulu pernah tertimpa insiden semacam itu,menunjukkan kedewasaan dengan menenangkan pemain dan supporter juga datang ke ruang ganti Spurs dan berusaha menenangkan Son yang sangat shock.

Ekspresi Serge Aurier setelah terlibat langsung dalam insiden tersebut.

Setelah insiden itu,pertandingan sempat terhenti beberapa menit,Wasit Mat Akinson memberi tambahan waktu dua belas menit.Saya yakin ini akan jadi senam jantung terpanjang saya bulan ini,bagaimana mungkin Spurs bertahan dalam waktu sepanjang itu dengan sepuluh pemain dan mental yang hancur karna dosa terhadap gomes,juga amukan supporter everton bagai induk ayam yang diculik anaknya.Dan benarlah dugaan saya akhirnya Cenk Tosun berhasil mencetak gol dan pertandingan berakhir imbang.

Senang sekali rasanya bisa melihat kedewasaan semua pihak dari pelatih ,juga kapten dan seluruh staff,baik Everton atau Spurs.Entah apa jadinya kalau insiden ini terjadi di Indonesia,Mungkin Son gak bakal berani main bola lagi selamanya.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade