Ingat

Aku masih ingat semuanya.

Semua kejadian yang pernah kualami waktu itu. Aku menganggapnya sangat berharga. Walaupun mungkin tidak denganmu. Semuanya masih terekam jelas dalam ingatanku. Kau tau? aku sangat menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Malam itu. Malam itu adalah malam dimana pertama kali aku berkenalan denganmu. Berbicara dengan penuh gugup dihadapanmu. Kau tau? sangat sulit untuk meyakinkan diri ini untuk bicara denganmu. Kau adalah bidadariku. Tapi kenapa kau pergi? :(
 
 Aku masih ingat semuanya.
 30 juni 2011. Sudah 2 tahun berlalu. Lupa? tak pernah sedikitpun semua kejadian malam itu melompat keluar dalam lubang ingatanku. Walaupun hanya sebentar, bagiku itu sesuatu yang berarti. Aku percaya bisa menulis ribuan kata dengan mengenang moment di hari itu. sungguh semua dalam dirimu adalah kehidupanku. Tapi, semenjak kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini, dan akhirnya melihat sebuah nama yang katamu kau cintai, aku sangat kesal. Sialan. Tubuhku remuk begitupun hati dan jiwaku.
 
 Aku masih ingat semuanya.
 Kau masih ingat lagu yang pernah kuciptakan untukmu? haha. Ya. Kau hanya tau liriknya. Mungkin disaat yang lain aku bisa bertemu lagi denganmu dan memperdengarkannya. Mungkin.

Semua yang aku tulis di lagu itu tidak aku tepati. Maafkan aku. Tapi, apakah seseorang harus divonis jahat dan bajingan saat dilihat dari satu kesalahan?. Kau berhak marah padaku. Aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku. Tapi, inilah yang ada dalam hidupku sekarang. Cuma kamu. Sudah terlalu banyak pelampiasan yang kulalui tapi tetap saja sama. Selama kau memutuskan untuk terbang dan pergi dari dahanku, aku seperti manusia tidak berguna. Waktu kau pergi, aku terjebak dalam ruang fiksi dan fantasi kehilanganmu. Aku terkurung dalam ruang imajinasi wajahmu. Aku tak bisa tanpamu, walau bersamamu hanya akan menjadi mimpiku selamanya. Jaga dirimu baik-baik. Aku mencintaimu dengan hatiku.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.