Jadi Diri

Hei, sampai sekarang aku bingung. Aku belum menemukan apa yang sebenarnya aku cari dan apa yang akan kucari. Tentang semua kejadian yang pernah lalui dulu, memang sebagian telah membuka bakat dan kemampuanku. Tapi aku tetap bingung. Pertanyaan seperti “apa yang aku cari dalam hidup ini?” terus terlintas di benakku.
Mungkin teman-teman sesama blogger bisa membantuku. Apa yang harus aku lakukan? apakah aku memang tidak dapat menemukannya? ataukah sesuatu itu masih tersembunyi dalam diriku? begitu banyak intimidasi otak yang memaksaku. Aku pernah berfikir, lebih baik aku menunggu. Tapi, sampai kapan? sampai aku mati dan dimasukkan ke liang lahat? itu sudah terlambat. Sekarang, aku menempuh pendidikan perguruan tinggi. Tapi, masih belum jelas tujuanku masuk dalam lingkup studiku ini. Aku akan terus berusaha untuk menemukannya.
Hal yang paling kutakuti dalam hidup adalah, aku tidak bisa lagi bersama saudara-saudaraku, orang tuaku, sahabat-sahabatku, dan juga orang yang sangat berarti dalam hidupku. Dengan ini, aku jadi paham. Menemukan jati diri adalah proses, proses dimana menuju kedewasaan. Pemikiran yang dewasa akan mengantarku sendiri masuk ke dalam goal ku sendiri.
Aku juga mempunyai rasa peduli yang besar terhadap sesamaku. Sesama remaja yang belum menemukan jati dirinya sendiri. Entah apa yang harus kulakukan. Aku ingin membahagiakan orang lain dengan menunjukkan jati dirinya, padahal jati diriku sendiri belum kutemukan. Tapi, ya sudahlah. Itu semua akan berakhir indah pada waktunya. Jika aku terus memikirkannya, mungkin aku akan gila. Mungkin juga tidak.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Luthfi Ramadhan’s story.