Kenapa Pilih Jadi Komika?

“Kenapa pilih jadi Komika? Ikut trend ya?”

Banyak teman lama saya yang kaget, kenapa sekarang saya pilih jadi stand up komedian. Untuk teman-teman saya (yang sudah kenal saya dari dulu), awal mula saya memang bukan disini, saya dulu anak band (tapi tidak laku) hehe. Tapi bukan karena band saya tidak laku, sehingga saya memilih jadi komika. Tidak.

Dari kecil saya selalu tertarik dengan hal yang berbau kesenian. Dari menggambar, menulis, seni peran, musik dan apapun yang ada hubungannya dengan soul of art. Sampai-sampai kadang saya bingung tujuan akhir saya dalam hidup ini sebenarnya apa sih.

Saya memilih jadi komika, karena saya orang yang egois.

Untuk kamu yang main band, pasti tahu kalau diband itu banyak perseteruan. Kalian juga pasti sering liat band di Tv yang personilnya gonta-ganti, bahkan banyak yang bubar duluan padahal band nya masih seumur jagung. Kenapa mereka bubar? garis besarnya adalah, TABRAKAN EGO. Memang ada band yang bisa bertahan lama tanpa ganti personel, tapi sangat sedikit.

Kenapa saya dulu memilih band, karena saya tertarik dengan konsep yang akan saya bawakan. Yaitu menyampaikan kegelisahan saya dalam sebuah lagu. Kenapa sekarang saya jadi komika… karena saya menemukan konsep yang sama didalamnya. Apa kelebihan stand up comedy dari band menurutku? di stand up, saya merasa ego saya membludak. Ego saya bisa tumbuh liar tanpa tertahan ego orang lain. Karena di stand up comedy, saya cuma sendirian di panggung dan menyampaikan kegelisahan saya (yang saya tulis sendiri) dengan jujur apa adanya.

Di stand up comedy, saya tidak mengharapkan uang dan ketenaran. Karena bagi saya, stand up adalah tempat meditasi yang saya cintai sekarang. Di panggung stand up, saya bisa jadi diri saya sendiri. Dan akhirnya saya memilih masuk ke komunitas stand up comedy di makassar yang jadi tempat yang baik untuk latihan. Pada akhirnya saya merasa nyaman dan manggung dari panggung kecil hingga bisa bikin mini show dan mini tour.

“Tapi kok kesannya ikut-ikutan?”

Ya memang ikut-ikutan. Bagi saya, semua orang pasti ikut-ikutan. Kalian pasti mau jadi dokter karena pernah kerumah sakit, dan lihat dokter. Kalian pasti mau jadi polisi, karena mungkin pernah liat polisi di tv atau di kehidupanmu. Kalian mau jadi pengusaha, karena mungkin… kalian miskin. hahahahaha.

Jadi, bagi saya ikut-ikutan itu wajar, asalkan yang kalian ikuti, itu keinginan dan diri kalian sendiri.

Jadi jangan kaget, kalau misalnya nanti saya jadi penyanyi dangdut.

Tapi, itu tidak mungkin kok hehe.

Dalam waktu dekat mau bikin band lagi kok :)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Luthfi Ramadhan’s story.