Selamat, Kamu Yang Menang

Ingatanku mengawang, waktu itu, di malam sebelum pertunjukan dimulai, di sebuah perkemahan, saya jatuh cinta pada seorang wanita sederhana. Singkatnya… aku tak menyangka, hati kita bisa bertemu. Aku memilihmu, dan kau memilihku saat itu.

Selang beberapa lama, kamu memutuskan hubungan kita. alasannya karena ke-brengsek-an ku saat itu. lelaki tolol ini (saya) selingkuh. aku memang bukan tipe lelaki yang kuat ldr. aku memang pantas mendapatkannya. tapi kehilangan tetaplah kehilangan, aku mulai terlarut dalam banyak tumpahan air mata sendiri. Tak lama, aku menemukan nama orang lain terpampang di sosial mediamu, katamu kau mencintainya. aku kembali mengutuk diriku. Aku sangat ingin membunuhnya saat itu, tapi itu hanya sebatas niat, karena aku tidak mau dipenjara karena cinta, kampungan pfft.

Selama bertahun-tahun aku mengemis untuk kembali padamu. tapi kamu tak berpindah hati sedikitpun. aku seperti tak punya harga diri. kamu mem-blokir semua sosial media milikku. aku seperti nitizen hina bagimu. aku kagum atas pendirianmu. tapi apa daya ini… aku tetap cinta. perempuan sepertimu cukup hebat untuk membuat lelaki dingin sepertiku jatuh cinta beribu-ribu kali.

Ditolak…Diacuhkan…Kumakan setiap hari…

Dan, aku fikir, aku harus mengubur niatku. aku harus melanjutkan mimpiku sendiri. memulai kertas putih polos baru untuk kutulis dan kubuat cerita sendiri bersama wanita lain. Sekarang aku dekat dengan seorang perempuan manis. nampaknya aku cocok dengannya. dan sikapnya padaku juga membuatku yakin kalau dia juga nyaman.

Tapi…sekarang…kau kembali muncul. 
Lucu juga ya, 4 tahun kita saling kenal, dan baru 4 kali juga kita bertemu. setahun sekali.

Awalnya aku mengira, kau datang untuk menunjukkan bahwa kau sudah berdamai dengan masa lalu (kita yang hancur itu). tapi sikapmu terlihat aneh. dihari berikutnya kita bertemu, dan kau memberitahuku semuanya. bahwa kau mau kembali kepadaku. dan aku baru tahu kau punya masalah dengan kekasihmu, dan…. itu karena aku. dia cemburu.

Aku juga bilang kepadamu… “aku juga masih mau kembali..” 
Tapi sekarang aku bersama orang lain. 
Tapi kau sekarang punya masalah besar dengan lelaki lain. 
Tapi aku masih sama brengsek-nya dengan yang dulu. 
Tapi aku bajingan jika menggaggumu dengannya sekarang. 
Dan masih banyak kata “tapi” yang harus kupertimbangkan.

Kita tidak bisa bersama lagi.

Jika ini sebuah permainan, kau adalah pemenangnya. 
Dulu aku mencintaimu, dan kau meninggalkanku. Ya kau menang. 
Sekarang kau muncul, dan memintaku kembali disaat aku dekat dengan orang lain. dan kau berhasil membuatku bingung. Ya kau menang lagi. 
Tapi menurutku kita tidak bisa kembali. tapi kau tetap menang. 
karena kau berhak mendapatkan lelaki yang lebih perhatian, mengerti kamu, sholeh, tampan dan kaya dibanding aku.

Dan diakhir kata-kata ini, aku hanya mau mengucapkan selamat. 
Selamat ! kamu memenangkan permainan ini. 
Hadiahnya? kau berhak berdamai dengan masa lalu.

Take care ya.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Luthfi Ramadhan’s story.