Terima Kasih Banda Neira

Saya ditempa sebuah kepahitan. Kepahitan bahwasanya saya kehilangan salah satu musik yang menyenangkan. Berita buruk ini menguap pada tanggal 23 desember 2013, ketika akun official Banda Neira mengunggah sebuah foto dengan balutan tulisan dibawahnya. Di akhir tahun, Banda Neira, salah satu band indie kesukaanku, memilih menuntaskan karir mereka.

Untuk kebanyakan mungkin nama band ini terdengar asing di telinga, tapi untuk kalian yang menggemari band-band indie, pasti pernah dengar nama mereka. Dua orang personil dari band ini, Ananda Badudu dan Rara Sekar memilih berhenti diatas muaranya. Entah apa alasannya, mereka tidak menjelaskan secara gamblang dan jelas. Mereka hanya mengatakan jikalau band ini tidak akan berlanjut lagi. Padahal mereka belum lama ini merilis album kedua mereka “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”. Album pertama mereka bertajuk “Berjalan Lebih Jauh”. Mereka memulai karirnya dengan EP “Diparuh Waktu”.

Saya pribadi jatuh cinta dengan lagu-lagu mereka. Dari instrumen gitar yang tidak begitu rumit, tapi buat kita merasa dekat. Juga dengan lirik-lirik mereka yang puitis. Sepeti penggalan lirik di lagu Pangeran Kecil…

Tidur tidurlah sayang

Esok kan segera datang
Tutup buku kesayanganmu itu
Esok atau lusa kita buka kembali

Tidur tidurlah sayang
Malam terlalu larut untukmu
Simpan buku kesukaanmu itu
Tarik selimutmu coba pejamkan mata

Beri tanda pada gambar yang kau suka
Rubah dalam gua atau mawar dalam kaca
Beri tanda pada lembar yang kau suka
Pangeran kecil kabur terbang bersama

Kita Tidur tidurlah sayang
Lelah kan menidurkan matamu
Singgahlah ke tempat tertentu
Yang menyapamu di dalam ruang dan tidurmu

Setelah pengumuman bahwa mereka bubar, ditwitter dan instagram muncul tagar yang membuat saya tidak merasa sendiri. Yaitu tagar #TerimaKasihBandaNeira. Sangat aneh bukan. Wajarnya, jika sebuah band kesukaan seseorang berhenti berkarya, orang itu akan berkata “Ah, band tidak bertanggung jawab”. atau “Tidak kasihan dengan fans kalian?”. tapi sekali lagi, bukan itu yang terucap dari pendengar mereka. Mereka malah berterima kasih atas sebuah persembahan. Sebuah titipan. Sebuah karya bermanfaat.

Entah apapun alasannya, saya juga sebagai fans, berterima kasih banyak atas dua album yang indah ini. Satu yang saya sesalkan, yaitu belum sempat nonton kalian live sebelum berpisah. Tapi tak apalah. Seperti lirikmu, yang patah hilang, yang tumbuh berganti. yang hancur lebur, akan terobati. yang sia-sia, akan jadi makna.”

Diantara playlistku menulis, diantara band seperti the trees and the wild, white shoes and couples company, efek rumah kaca, barasuara, teman sebangku, float, nosstress, payung teduh, dialog dini hari, sore… tapi, banda neira akan selalu jadi favorit. Selamat jalan.

Sampai jumpa dimedium musik yang berbeda, Banda Neira :)

#TerimaKasihBandaNeira
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.