Pembangunan Proyek Megah vs Pembangunan Jalan Rusak
Lydia Ega Asmara
15417136
“Ketika turun dari pesawat, saya lihat pembangunannya. Saya Cuma mau bilang, Sumsel memang luar biasa. Masyarakat harus bangga mempunyai gubernur seperti ini yang tidak berhenti membangun untuk kemajuan Sumsel,” kata Wiranto, Menko Polhukam saat melakukan kunjungan ke Kampus UIN Raden Fatah Palembang.
Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang fokus dalam pembangunan infrastruktur dalam skala besar. Apabila kita berkunjung ke Palembang, atau kabupaten-kabupaten lain di Sumatera Selatan, kita akan menemukan banyak proyek pembangunan, seperti pembangunan LRT (Light Rail Transit), pembangunan fly over, pembangunan jalan tol Palembang — Indralaya, jalan tol Pematang Panggang — Kayu Agung, jalan tol Palembang — Tanjung Api-Api, jalan tol Kayu Agung — Palembang — Betung, dan pembangunan lainnya. Dalam rangka persiapan untuk penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018, terjadi banyak pembangunan infrastruktur yang mengubah Kota Palembang menjadi kota metropolitan yang modern dan cantik. Selain pembangunan LRT, juga dibangun beberapa sarana olahraga yang mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.
Apakah pembangunan ini benar-benar ditujukan untuk kesejahteraan rakyat?
Saya melihat bahwa sebagian besar pembangunan ini tidak benar-benar tulus memihak kepada rakyat atau bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi justru memihak kepada pemilik modal atau orang-orang yang berkepentingan. Misalnya saja pembangunan tol Palembang — Tanjung Api-Api yang bertujuan untuk melayani transportasi cepat batu bara, atau pembangunan infrastruktur dalam rangka Asian Games 2018 yang bertujuan untuk pencitraan dan juga untuk menarik investor asing.
Infrastruktur merupakan aspek penting untuk meningkatkan layanan dan dapat mendorong perekonomian. Perbaikan infrastruktur harus selalu dilakukan agar kualitas kehidupan masyarakat dapat selalu meningkat. Tetapi manakah yang lebih penting? Membangun infrastruktur pendidikan dan jalan rusak atau membangun LRT?
Terdapat sekitar 30% SD di Palembang saja tidak layak untuk digunakan karena bangunan yang rusak. Alangkah baiknya, apabila proyek pembangunan infrastruktur diprioritaskan untuk kebutuhan dasar publik, seperti infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, jalan umum, pasar rakyat, transportasi publik, dan lain-lain. Selain itu, 15% jalan provinsi dan 11% jalan nasional di Sumatera Selatan mengalami kerusakan. Bahkan di Kabupaten OKU Timur, 6 ruas jalan provinsi mangalami kerusakan yang parah. Padahal Kabupaten OKU Timur merupakan penghubung utama Palembang — Lampung.
Alangkah lebih baik, sebelum bicara proyek-proyek besar dan megah, memikirkan pengalokasian anggaran untuk persoalan yang lebih mendesak, terutama masalah kemiskinan dan infrastruktur jalan yang masih banyak kekurangan.
Pemerintah yang tidak memihak pada rakyat juga diperlihatkan saat proses pembangunan fly over Jakabaring yang mengalami kendala berkaitan dengan ganti rugi dari pemerintah kota Palembang yang tidak sesuai dengan harga tanah yang berlaku umum. Sedangkan pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengganti kerugian masyarakat. Walaupun perundingan ini belum mencapai kesepakatan, pihak pemerintah sudah melakukan proses pembangunan di daerah sengketa tersebut. Seharusnya, dalam pembuatan anggaran harus lebih diperjelas dan melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik. Selain itu, pamarintah kota Palembang juga perlu mempersiapkan tempat untuk relokasi warga yang berada di kawasan pembangunan fly over tersebut.
Namun terlepas dari semua permasalahan di atas, pemerintah sudah melakukan upaya yang maksimal dalam pembangunan infrastruktur. Proses mobilisasi dapat dilakukan dengan cepat dan kemacetan dapat dikurangi dengan adanya LRT, mobilisasi juga semakin cepat dengan adanya beberapa tol yang dibangun di Sumatera Selatan. Harapan saya untuk selanjutnya, dalam merencanakan pembangunan, lebih mempertimbangkan skala prioritas pembangunan dan jangan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja, tetapi yang terpenting untuk kesejahteraan rakyat.
Referensi :
Berdikarionline.com. 2018. Proyek Infrastruktur di Palembang Belum Pro Rakyat. http://www.berdikarionline.com/proyek-infrastruktur-sumsel-tidak-pro-rakyat/ (diakses pada 9 September 2018)
Kompasiana.com. 2016. Pembangunan Infrastruktur Palembang : Berkah atau Bencana. https://www.kompasiana.com/hansbass/572889271593730208181d17/pembangunan-infrastruktur-palembang-berkah-atau-bencana (diakses pada 9 September 2018)
