Buku Teks Impor Ternyata Bebas Pajak

Pagi hari tadi saya iseng mencoba membuka Amazon.com dan melihat wishlisht buku-buku yang saya ingin beli dari 3–4 tahun lalu tapi tidak kesampaian karena Amazon pada waktu itu menerapkan kebijakan pembayaran pajak prabayar dan cukup tinggi untuk pengiriman ke Indonesia. Jadi misalnya saya beli buku sebesar Rp 2.500.000 dgn kurs USD 1 = IDR 10000 maka perhitungannya

Bea Masuk = 2500000–500000 x 0% = 0 // Bea masuk 0% untuk buku
PPN = 2000000 x 10% = 200000 = 200000
PPh = 2000000 x 15% = 300000 = 300000

Jadi biaya yang harus saya bayar sekitar Rp 500000 dan karena Amazon menentukan biaya prabayar kadang-kadang sampai Rp 700 rb sampair Rp 1 juta. Cukup berat.

Sampai tadi pagi saya coba checkout. Biasanya kalau shipping ada pajaknya akan ada konfirmasi tapi ternyata order langsung diproses dan sama sekali tidak dikenakan pajak.

Tidak bayar pajak

Saya pun penasaran karena saya dulu pernah dengar kalau buku akan dibebaskan bea impor, tapi yang saya tahu cuma bea masuk. Dan itu sebenarnya tidak begitu berpengaruh karena masih kena PPN dan PPh. Saya pun cek di repositori dirjen bea cukai soal perundangan baru ini dan dapat salinan surat edaran berikut:

Surat Edaran Dirjen Bea Cukai

Dan ternyata benar di pasal E.3 butir a:

Terhadap impor buku ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud dalam angka 1 diberikan pembebasan bea masuk tanpa perlu mendapatkan persetujuan pemberian pembebasan bea masuk dari Menteri Keuangan atau pejabat yang ditunjuknya.

Untuk pembebasan PPN

Orang pribadi atau badan yang melakukan impor buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama, untuk memperoleh pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas impor buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama tersebut tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Pertambahan Nilai yang diterbitkan oleh Direktur Jendral Pajak.

Kemudian soal PPh/PPN

Impor barang berupa buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran yang:
dibebaskan dari pungutan Bea Masuk atau pembebanan Bea Masuk 0% (nol persen); dan/atau
Pajak Pertambahan Nilai dibebaskan,
tidak dipungut Pajak Penghasilan Pasal 22 dan tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Pasal 22 yang diterbitkan Direktur Jendral Pajak.

Kemudian di bagian akhir penegasan/kesimpulan

Terhadap impor buku ilmu pengetahuan termasuk di dalamnya buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama, ditegaskan kembali bahwa tidak ada pungutan apapun terkait bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan Pasal 22.

Dan surat edaran itu berlaku sejak 17 Oktober 2013 ditandangani Agung Kuswandono, Dirjen Pajak waktu itu.

Artinya untuk pembelian buku sama sekali tidak dikenakan pajak. Hanya bayar harga dan biaya pengiriman. Tetapi jangan lupa masih ada biaya bungkus ulang oleh kantor pos yang berkisar kurang lebih Rp 14.000.

Terima Kasih SBY! *eh

Like what you read? Give Didiet Noor a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.