Di suatu sore bersama perkalian, semangat antusias belajar

Sore itu datang kembali, menghampiri kami diiringi dengan tawa riang dan semangat antusias dari kejauhan.

Kali ini bertempat di sebuah teduhan kecil di samping jalan, yang biasa di gunakan orang-orang untuk berjualan ikan maupun hasil tangkap laut lainnya. Saya datang terlambat, tapi untungnya ada kaka pengajar @meraukepintar kak clara dan putri yang sudah sigap di tempat teduhan tersebut seraya memberikan mereka secarik kertas yang berisi latihan dasar.

Memarkir mobil, lalu berjalan menuju tempat tersebut. Belum langkah kaki ini sampai ke tempat teduhan itu, beberapa anak-anak lantas berteriak, “kakaknya ion datang”, “we kakaknya ion datang!”

“kaka pu nama kaka manggala to?”, salah satu anak itu pun langsung bertanya kepada saya.
Ternyata, mereka masi ingat.

Di secarik kertas latihan tersebut terlihat materi perihal nama-nama bulan dan dasar hitung-hitungan. 
Sambil kembali memberi pelajaran latihan kepada adik saya ion (cie) datang dua orang adik lainnya yang menawarkan diri untuk belajar, mereka bernama adrian dan daniel.

Saya punya metode kecil, jika mereka berhasil mengerjakan soal latihan yang di berikan maka kita (saya dan adiks) wajib toss tangan. 
Tak ada tujuan lain, hanya sebagai simbol apresiasi bahwa mereka telah berhasil menjawab pertanyaan tersebut.
Rupanya, daniel dan adrian ini mereka cepat tanggap dalam belajar. Ion pun sedikit tertinggal. Secara refleks kemudian si adik daniel ini mengajari ke ion, mana-mana saja cara pengerjaannya yang seharusnya.

Pelajaran kali ini masi sama, perkalian, tambah, kurang dan pembagian. Namun kali ini agak sedikit banyak porsinya.
Jadi misal seperti : 8+5x2–4+6x7 = ?

Bagi mereka hal seperti ini tentu bikin sakit kepala, soalnya dari kemarin hanya soal-soal dasar seperti 9x2 maupun 5x3+9.
Sengaja saya tidak memberitahukan caranya terlebih dahulu, saya mau melihat bagaimana mereka menjawabnya.

Daniel : Kaka, sa su dapat. jawabannya ini to?
Saya : salah
Daniel : ah yang betul? ini sudah mo
Saya : salah
Adrian : kaka, yang ini ka?
Saya : salah
Ion : kaka, de pu soal apa tadi?
Saya : …

“Kaka, kalau belum bisa jawab berarti tidak bisa toss toh?” tanya daniel.
Senang sekali sepertinya mereka untuk selalu toss, tangan saya sampai merah.

Akhirnya mereka pun menyerah, setelah sekian kali bolak-balik memberikan jawaban yang ternyata semuanya salah. Agak kasian sih emang, tapi sekali lagi saya melihat semangat mereka yang begitu antusias dalam mengerjakan soal latihan tersebut

Saya : kamorang mau pintar kah tidak? 
Adik dorang : mau kaka
Saya : kalau begitu sa kasi tau caranya ee, kerjakan yang betul
Adik-adik : Ia kaka

Caranya simple, dimana jika tambah bertemu dengan perkalian / pembagian maka hal yang harus dikerjakan terlebih dahulu ialah perkalian.
Misalkan 8+5x2–4+6x7 = ? maka tentu pengerjaannya 8+(5x2)–4+(6x7) = ? diberi kurungan supaya lebih memudahkan.

Maka selesailah sudah kegiatan belajar mengajar kami di hari rabu sore tersebut, dengan sekali lagi tangan sedikit memerah dikarenakan mereka toss terakhir dengan penuh semangat.

Tak lupa, di setiap pembukaan maupun penutupan kami selalu mengawali dengan doa.