Pancasila

Terinspirasi dengan tugas KWN saya beberapa minggu yang lalu, saya jadi ingin menguarkan opini saya tentang Pancasila. Terutama Pancasila sebagai ideologi Indonesia.

Maulida Rahma
Feb 25, 2017 · 4 min read

Pancasila

1. Ketuhanan yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakya Indonesia

Pancasila, lima sila yang menjadi ideologi negara kita tercinta, Indonesia. Seperti yang sudah sering kita dengar di kelas-kelas sejarah maupun pendidikan kewarganegaraan, pancasila dibentuk pada sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Pancasila yang kita gunakan sendiri merupakan pengembangan dari gagasan yang diberikan Ir. Soekarno pada sidang tersebut.

Sila pertamanya, “Ketuhanan yang Maha Esa”, merupakan satu-satunya sila yang merupakan hasil gubahan dari kalimat aslinya, “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya”. (Saya tidak akan membahas mengenai perubahan ini). Menurut saya, sila pertama pancasila ini menyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia merupakan rakyat yang memiliki Tuhan.

Hal tersebut menyiratkan harapan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beradab dan mengikuti aturan (dalam hal ini adalah aturan Tuhan), karena sesungguhnya setiap aturan dari Tuhan adalah baik. Walaupun pada kenyataannya banyak masyarakat Indonesia yang mengaku tidak bertuhan, namun secara jelas sila ini menyiratkan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki aturan.

Sila keduanya, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Baru di sila kedua masalah kemanusiaan yang beradab disinggung secara tersurat. Sila kedua ini merupakan hal fundamental yang menurut saya seharusnya disadari semua manusia. Bapak-ibu pendiri bangsa ini jelas berharap seluruh rakyat Indonesia mendapat perlakuan sebagai manusia, yang diperlakukan secara adil. Lupakan sejenak soal negara atau apapun, namun coba pikirkan, anda sebagai manusia (ya hanya sebatas sebagai manusia), bagaimana anda ingin diperlakukan? Pasti secara adil dan baik.

Dari presepsi saya, sila kedua ini tidak berarti menuntut kita harus menjadi manusia yang sempurna, tetapi mengharapkan kita menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Manusia yang menghargai sesama, memandang dan memperlakukan semua manusia dengan kacamata yang sama dan tidak berat sebelah.

“Persatuan Indonesia”, menggambarkan Indonesia adalah negara kesatuan yang tidak bisa dipecah dalam hal teritori maupun ideologi. Pada kenyataannya, masih sangat banyak masyarakat yang belum merasa dirinya bukanlah satu kesatuan Indonesia, namun justru di situlah tugas kita, sesama rakyat Indonesia, tanggung jawab bersama, untuk bisa saling mengingatkan dan menyadarkan untuk membawa Indonesia menjadi lebih kuat dan lebih bersatu lagi. Negara yang kuat adalah negara yang dimana seluruh rakyatnya menyadari posisinya sebagai bagian dari negara tersebut.

Sila ketiga benar-benar sarat akan pengharapan perintis bangsa kita untuk kedepannya. Untuk kita pegang dengan teguh dan laksanakan. Semoga Indonesia bisa lebih bersatu lagi dalam artian yang sebenarnya.

Dasar keempatnya, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Menurut pemahaman saya, sila ini membicarakan mengenai sistem pemilihan kepala negara yang agak berbeda dengan cara pemilihan sekarang. Sepenangkapan saya adalah bahwa seharusnya pemimpin Indonesia ini dipilih melalui proses musyawarah oleh orang-orang yang telah dipercaya rakyat sebagai perwakilannya. Jadi rakyat tidak memilih kepala negara secara langsung, namun melalui perwakilan-perwakilan yang terpercaya.

Jika dilihat bagan terpusat Indonesia sekarang, seharusnya badan legislatiflah (MPR, DPR, dan DPD) yang memilih Presiden melalui proses musyawarah dengan membawa suara rakyat yang diwakilinya masing-masing. Sehingga MPR berada di posisi di atas Presiden.

Namun mungkin sistem yang sekarang ini lebih baik dan lebih cocok bagi Indonesia. Evaluasi selalu ada, mungkin juga di tahun-tahun kedepan akan ditemukan sistem yang jauh lebih baik lagi.

“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sekilas mirip dengan sila kedua, namun sesungguhnya agak berbeda. Pada sila kelima ini, lebih ditekankan mengenai keadaan sosial daripada bidang-bidang kemanusiaan yang lain. Sila ini jelas berisi pengharapan para perintis bangsa, agar seluruh rakyat Indonesia bisa sama-sama merasa sejahtera secara sosial, minim bahkan tidak ada kesenjangan sosial. Harapan tersebut harunya dimiliki semua rakyat, agar bisa sama-sama tersadar dengan keadaan sosial yang ada di Indonesia sekarang ini. Harapan yang harusnya sama-sama kita pegang dan jadikan acuan untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari kita.

Menurut saya, secara keseluruhan Pancasila merupakan suatu pengharapan atas sebuah negara ideal yang dulunya diharapkan oleh para perintis negara ini agar menjadi acuan dan patokan seluruh rakyat Indonesia dalam berkehidupan sehari-hari. Walau setiap manusia memiliki haknya sendiri dalam menentukan ideologi dan cara pandangnya sendiri, namun jelas terlukis agar Pancasila ini bisa mendasari ideologi masing-masing rakyat Indonesia. Atau setidaknya menjadi inspirasi dan dorongan agar bisa berbuat lebih untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik, seperti yang diinginkan para perintis Indonesia awalnya.

Semoga ‘harapan’ tersebut tetap hidup di hati setiap rakyat Indonesia. Walau hanya diingat atau diucap saat upacara, namun semoga Pancasila bisa tetap tergores dalam sehingga mendorong rakyat agar berusaha lebih baik lagi dalam mengembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila hanyalah kata-kata gombal jika tidak dimaknai dan diamalkan oleh rakyatnya.

Ditulis ulang di Bandung, pada 25–26 Februari 2017.

Maulida Rahma

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade