#BaladaCintaRizieq Menambah Korban (Lagi)


Malam tadi, Facebook newsfeed yang belakangan ini banyak pakar politik dadakan, dihebohkan dengan #BaladaCintaRizieq.

“Satu blog apik penuh kreativitas dan imajinatif, berhasil memakan korban lagi dan lagi, yaitu: kamu, kamu dan kamu.”

Yang dengan mudahnya mempercayai, tanpa berusaha mencari tahu lebih detil mendalam. Bermodalkan tombol share.


Darimana lahirnya #BaladaCintaRizieq berasal?

Iseng-iseng saya masukkan domain www.baladacintarizieq.com melalui Statshow

Dan menghasilkan ini:

Di gambar atas, menunjukkan bahwa lokasi hosting server berada di California, Amerika.

“Wah, berarti hacker donk! bule yang buat nih! bukan orang kita!.”

Hehehe.

Nanti dulu, warga negara manapun bisa dengan bebas menyewa hosting bermodalkan (dot)com.

Betul memang, CloudFlare tidak memiliki cabang di Indonesia. Tetapi, CloudFlare ternyata memiliki server yang juga berdomisili di Singapura, negara tetangga.

Visitor dari Indonesia akan mengkoneksikan ke server Cloudflare di Singapore, kemudian server di Singapore akan mengambil data statis dan di-cache ke server di Singapore tersebut, kemudian menampilkannya ke visitor. Hal ini akan lebih lambat secara ping, walaupun tidak besar hanya ukuran miliseconds (ms) saja.
Gigmanity.com

Jadi, begini ‘toh’ cara membuat #BaladaCintaRizieq ?

Ada 3 cara mudah membuat narasi Whatsapp chat sebebas mungkin kreasi — imajinasimu. Hehe.

Cara pertama. Akan dijelaskan dibawah ini poin per poin.
Kedua. Menggunakan sotosop, alias Photoshop. 
Ketiga. Menggunakan tools — aplikasi gratis yang bertebaran di internet.

Beginilah cara sederhana pertama:

1 — Save, simpan nomor asli Habib Rizieq (sesuai dengan yang disebutkan dalam blog tersebut).

Screenshot yang digunakan dalam blog tersebut memang betul ia menyimpan nomor Habieb, namun gambar dibawah ini, adalah gabungan dari dua screenshot yang dijadikan dalam satu gambar.

Di kolom merah screenshot gambar pertama, di kolom kuning screenshot gambar kedua. Jadi, ini bukanlah satu gambar utuh yang di-screenshot.

2 — Ajak satu temanmu untuk bersiap-siap chat.

Kamu bisa mengajak temanmu untuk berperan sebagai Habib Rizieq, Brad Pitt, atau Donald Trump.

Atau, gunakan 2 smartphone yang siap sedia untuk skenarion ini.

3 — Ubah nama asli temanmu yang kamu simpan dengan nama aslinya, menjadi: Habib Rizieq.

Lihat bagian oranye yang saya outline.

4 — Buatlah narasi dan karangan chatmu sebebas dan seimajinatif mungkin :)

Avrakadavra! dadamm! jadi deh! narasi imajinatif sang penebar HOAX!.

Bagaimana dengan suara rekaman wanita tersebut? apakah itu asli?

Hehehe.

Bukan urusan saya untuk mencari tahu apakah suara tersebut keluar dari mulut wanita dengan foto yang dimaksud tersebut.

Satu hal mendasar yang harus kita camkan: wanita tersebut berbicara secara personal satu arah tanpa ada sekalipun adanya respon suara dari Habib Rizieq.

Namanya juga ‘pengakuan’, bukan diskusi dua pihak. Jadi, bebas saja siapapun untuk ber-monolog.

Jadi, di bagian mana, ada bukti kuatnya Habib Rizieq juga mengiyakan percakapan tersebut?

via baladacintarizieq.com
Logikanya, siapapun bisa dengan mudah bukan untuk sekedar berbicara negatif, ber-monolog untuk menyudutkan pihak manapun. Demi motif tertentu.

Itu kenapa, agar memperkuat fitnah HOAX ini kesannya seperti realita, dibuatlah satu bagian untuk memperkuat asumsi kepada publik: Whatsapp chat!


Cara ketiga: bagaimanakah membuat ‘Fake Whatsapp chat’?

Sebelum kasus ini mencuat, sudah lebih dulu tersedia beberapa tools untuk membuat Whatsapp chat palsu (imitasi).

#1. Fakewhats.com

#2. Whatsfakeapp.com

Salah satu tampilan yang saya screen shot dari fakewhatsapp.com


Jadi, siapakah yang berada di balik skenario ini?

Seperti yang diungkapkan di awal tadi, CloudFare memang tidak memiliki server di Indonesia. Melainkan di Singapura, untuk di kawasan Asia Tenggara.

Tetapi, CloudFare memiliki partner resmi untuk bisnis mereka di Indonesia.

Dibawah ini, diambil dari website resmi CloudFlare, informasi beberapa partner resminya tersebut.

Saya tidak mengasumsikan dan menuduh bahwa partner lokal CloudFlare di Indonesia yang berperan. Sesuai dengan konsep teknis pendaftaran hosting dan sebagainya, sudah pasti tentunya partner lokal di Indonesia memiliki data dan profil: siapakah yang mendaftarkan domain baladacintarizieq.com belakangan ini bukan?

Sederhana bukan?


Kesimpulannya.

Pertama. Saya tidak memfokuskan dalam hal: siapa wanita di foto tersebut, dan keabsahan fotonya. Apakah itu wanita yang sama dengan di foto aslinya? atau berbeda?

Bukan urusan saya.

Kedua. Saya tidak membela Habib Rizieq membabi buta, saya hanya berusaha menetralisir cara berpikir kita yang terjebak cognitive bias, demi membela pihak yang berkepentingan. Backfire effect.

Ketiga. Kita sebenarnya sedang dalam proses Divide et impera, diadu domba. Dibuatlah stigma, persepsi bahwa mayoritas versus minoritas. Sebuah ketakutan yang dibangun atas dasar perbedaan keyakinan.

Kenyataannya?, justru saya dan sahabat yang berbeda keyakinan, masih hidup rukun dan damai. Tanpa memikirkan hal-hal yang sensitif dan politis.

Mereka menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Paranoid yang sengaja dibuat, direncanakan.

Siapa ‘mereka’?, silahkan menilai sendiri. Cari tahu.

“Kenapa elo tidak membuat hal yang sama bila ini menimpa pada figur yang lain?”

Kebetulan, saya ada waktu untuk menelusuri ini. 
Ditambah, faktor keyakinan (belief) keimanan dalam diri saya, yang tergerak, sekedar membantu. Seminimal mungkin.

Maaf, saya memang mempunyai pilihan dalam berpolitik. Akan tetapi, sebisa mungkin menghindari sikap ad — hominem. Sikap dimana kita menghancurkan-menyerang karakter pribadinya, daripada fokus ke masalah substansi topiknya.

Saya bukan buzzer, saya hanya orang yang semakin lama semakin muak belakangan ini dengan mudahnya orang-orang yang memiliki motif tertentu untuk menyebar hoax.

Si A fitnah B, si B fitnah C dan si C melakukan hal sama. Kenapa tidak saling fokus membangun sisi positif secara internal? kurang yakin, atau tidak mampu?

Seperti yang Bernie Sanders lakukan: tanpa pernah bermain ‘ad-hominem’.

Bernie Sanders. The one who should be president.

Namun, hal ini menjadi krusial bagi kita. Karena:

Memilih sikap untuk fokus berpikir, dan kroscek sana-sini itu rumit! 
Publik hanya mau yang ‘gampangnya saja’, cognitive ease.

Tidak mau mencari tahu, tidak mau mencari lebih lanjut, dan mendalam apa yang sebenarnya mereka cerna bulat-bulat. Itulah society, lumrah.

Dalam situasi yang plotis inilah, publik dimanfaatkan oleh para elit demi tujuan politik, kekuasaan, dan buzzer orderan dari golongan tertentu.

Untuk saling membenci dan memaki kepada sesama. Menyinggung SARA.

Semoga kita semua terhindar dari fitnah dan mudahnya berasumsi. 
Mari tabayyun.

Keep searching, istilahnya kaum Flat Earthers :)

Cheers.

#BelaUlama #SaveNKRI #SavePancasila di atas muka bumi negara Indonesia yang datar ini teman.

Hail Flat Earth!


Update:

Ternyata Zidane juga ikutan mengomentari kasus ini lebih dalam dan kepo juga loh!

Via Facebook messenger Salman Kuntjoro

Ditambah, D.N Aidit tiba-tiba muncul ikutan kepo! damn! lol.

Keep running his life without ever thinking what it would be in the end of estuary of story. Still remains learning to write, listen and survive. 
The Gatekeeper of Indonesian Flat Earth AND digital-content xplorist.

Just wrote what his found during his flaws life. ©

Like what you read? Give Maddy Rabbit a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.