Dunia sudah begitu banyak melahirkan tokoh-tokoh yang menginspirasi. Sebut saja George Washington dan Abraham Lincoln di US, Che Guevara di Kuba, India punya Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru, Afrika punya si fenomenal Nelson Mandela, Myanmar punya Aung San Suu Kyi dan Indonesia punya bapak bangsa Soekarno dan Hatta. Itu hanya sebagian di bidang politik, masih banyak lagi tokoh di bidang sosial yg menginspirasi seperti Bunda Teresa atau mungkin tukang sampah atau tukang ojek yang kita kenal di sekitar kita bisa menjadi sumber inspirasi untuk kita.
Asiknya membaca quotes, atau yang biasa kita terjemahkan sebagai kata-kata mutiara, dari mereka ya. Begitu sangat menginspirasi bahkan bisa menggetarkan hati. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana mereka ini bisa sampai mengeluarkan kata-kata yang sangat menginspirasi tersebut?
Kita mungkin tidak tahu bagaimana situasi yang mereka sedang hadapi sampai bisa mengeluarkan kata-kata tersebut tapi yang pasti quotes mereka memberikan semacam motivasi dan rasa optimisme baik dalam keadaan mereka saat itu maupun setelahnya ketika dibaca banyak orang lain.
Tokoh-tokoh ini tidak hanya sekedar menginspirasi tapi juga berbuah oleh tindakan-tindakan mereka, bisa dilihat dari hal-hal yang mereka perjuangkan.
Memang enak terinspirasi tapi itu tidak cukup. Ketika kita bisa merasakan betapa begitu kuatnya sebuah kata-kata yang berbuah tindakan oleh orang-orang yang kita inspirasikan, sebaiknya kita berbuat sesuatu yang bisa menginspirasi yang lain. Kata-kata mutiara tersebut adalah sebuah gerakan optimisme diantara begitu banyak orang yang pesimis dalam suatu situasi.
Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita dihadapi oleh pemilihan presiden pada 9 juli nanti. Banyak yang pesimis malah sangat banyak. Setiap kita punya tokoh yang menjadi inspirasi masing-masing, cobalah rasakan setiap gerakan optimisme dari setiap kata-kata dari tokoh yang kita inspirasikan tersebut untuk bisa membuat perubahan. Kalau kita memang belum bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat sesuatu mari cobalah memulai dari diri sendiri untuk membuat perubahan dari hal yang paling kecil seperti berpartisipasi dalam pilpres.
Aung San Suu Kyi pernah mengatakan jangan pernah menanyakan apa hasil demokrasi kalau kalian tidak pernah terlibat di dalamnya.
Email me when Meditran Revelino publishes or recommends stories