Orang Yang Sukses adalah Orang Yang Suka Datang Terlambat

Tidak apa-apa jadi suka yang “ngaret”?

Ada yang bilang kalau orang suka terlambat dia akan lebih sukses? Emang bener?

Kita semua punya teman sebaya atau teman kerja yang pastinya suka telat, kalau dapat istilah okem Bahasa Indonesia itu “ngaret” Bener gak? Mereka sebenarnya bukan sengaja melakukan hal itu, tapi jadi seperti, “memang orangnya seperti itu, udah dari sononya”.

Sedangkan masalah on time ada yang bisa mengelolanya dengan benar ada sebagian yang tidak bisa mengatur yang waktu yang wajib diprioritaskan.

Jika kalian bukan dari salah satu orang yang seperti itu, kamu akan selalu jadi korban yang selalu menunggu orang yang telat tersebut itu bukan?

Sebenarnya telat itu hal yang tabu, khususnya di dunia kerja. Kultur lingkungan kerja berbeda satu sama lain, maka itu toleransi waktu di setiap tempat kerja juga pasti berbeda. Jika di dunia Barat, telat itu termasuk ke dalam hal yang dianggap tidak sopan dan tidak profesional.

Jadi orang yang terlambat bukan pertanda tidak dihormati

Sekarang saatnya kita berhenti memarahi orang suka telat. Bukannya mereka orang yang pemalas, tetapi sebenarnya banyak orang yang suka mengerjakan sesuatu di waktu yang bersamaan, atau kita kenal istilahnya multitasking.

Memang jika kita bisa multitasking waktu akan lebih efisien, tapi sebenarnya orang yang sukses salah satunya bisa melakukan hal apapun dalam waktu yang sama. Contohnya adalah aktor yang menjadi entrepeneur Ashton Kutcher, dia adalah seorang produser, dia juga mempunyai perusahaan media yang sudah sangat terkenal, kemudian dia adalah salah satu investor yang dicari para startup dan perusahaan teknologi seperti Skype, Spotify, Uber, dan Foursquare. Semua hal tersebut sanggup ia jalani dalam waktu bersamaan dan sukses dilakukan.

Sikap positif yang membuat kamu terlambat

Jika kamu sadar bahwa selalu ketinggalan jadwal, bisa jadi kamu orang yang optimis. Tidak percaya? Karena jika kamu orang yang selalu berpikir dan bersikap positif, kamu cenderung akan berpikir bahwa kamu mempunyai waktu luang yang banyak padahal sebenarnya tidak. Setuju?

Dan sikap positif inilah yang bisa membuat kamu sukses di dalam menjalani kehidupan. Ada sebuah study dijalankan diantara para salesman, yaitu sikap optimis bisa membuahkan 88% tujuan penjualan akan tercapai diantara para salesman lainnya.

Dan yang paling penting, sikap positif yang menanggung semua keterlambatan yang kalian hadapi, yaitu bisa membuat hidup lebih lama. Jika kamu menjalani hidup dengan positif, maka beban dalam hidup di jiwa dan raga akan lebih ringan karena jauh dari kata stress.

Penelitian untuk tipe A dan B, siapa yang menang?

Di dalam suatu penelitian, 50 researcher membagi 2 tipe, yaitu tipe A dan tipe B. Tipe A termasuk orang yang kompetitif dan tidak sabaran, sedangkan tipe B termasuk orang yang rileks dan kreatif. Jadi, sebagai orang yang suka telat, banyak orang yang menyarankan bahwa kamu termasuk tipe B.

Penelitian ini menjelaskan, tipe A dan tipe B sangat berbeda jauh di dalam persepsi waktu. Penelitian menanyakan, sudah berapa lama mereka di dalam tes ini. Tipe A rata-rata banyak yang menjawab setelah di detik 58, sedangkan tipe B baru menjawab ketika detik sudah menunjukkan angka 77 detik. Kesimpulannya, bukan salah kalian jika kamu telat. Kamu hanya melihat dunia dari sisi yang berbeda dibanding teman-temanmu yang suka mengeluh. (sumber)

Jadi, tidak apa-apa jika kamu suka telat

Untuk orang tipe B, menjadi orang optimis adalah sesuatu yang positif. Mereka melihat sisi dunia dengan cara yang berbeda dan lebih luat dibanding memperhatikan diri mereka sendiri secara detail. Jika orang yang suka telat itu datang terlambat, mungkin karena mereka sedang memikirkan suatu ide yang brillian.

Jadi, lain kali, jika ada seseorang yang memarahi kamu karena suka terlambat. Berikan artikel ini. It’s called science!

Kamu termasuk tipe A atau B? :)

Baca berita mengenai bisnis terupdate hanya di http://www.smartbisnis.co.id