Apa Dampak GitHub Terhadap Karir Coding-mu Saat Ini?

Cara perusahaan melakukan perekrutan terhadap software engineer akan berubah secara drastis dalam 12–24 bulan ke depan, dengan kata lain, antara tahun 2018–2019.

Pada masa sekarang, dunia dipenuhi oleh open source software. Ada beberapa fenomena yang berbeda dari masa sebelumnya, antara lain:

1. Microsoft. Sebelumnya Microsoft adalah perusahaan yang lebih sering diasosiasikan dengan closed source software dan terlihat kurang menyukai open source software, tetapi pada saat ini Microsoft justru telah membangun sebuah open source software yang besar seperti .Net.

2. GitHub. Pada saat ini GitHub telah menjadi social network yang telah menyambungkan issue tracking dengan source control.

Mungkin hal ini dapat menjadi cukup membingungkan untuk software developer yang berlatar belakang closed source. Buat mereka, open source adalah bekerja di waktu kosong tanpa dibayar.

Sebaliknya, developer yang sudah terbiasa dan sukses dengan open source akan berpikir bahwa bekerja open source mempunyai keuntungan sendiri. Keuntungan tersebut antara lain: reputasimu adalah milikmu sendiri dan kamu bisa menggunakannya ke perusahaan mana saja. GitHub adalah sebuah social network di mana social capital-mu (dibentuk oleh komitmen dan kontribusi terhadap percakapan global dalam bidang industri teknologimu masing-masing) adalah milikmu sendiri, tidak terkait dengan perusahaan tempat kamu bekerja.

Orang-orang yang cerdas akan memanfaatkan peluang ini. Mereka akan berkontribusi membagi ide, solusi, dan komentar terhadap bahasa pemograman dan framework yang digunakan dalam pekerjaan sehari-harinya, seperti TypeScript, .Net, atau Redux. Orang-orang ini juga akan sekreatif mungkin mencari cara agar sebagian besar pekerjaannya bisa dilakukan secara open.

GitHub adalah sebuah penghubung yang baik. Jika kamu di Indonesia, kamu mungkin tidak akan bisa mendapatkan kerja di Australia kecuali pindah ke sana. Tetapi, kamu bisa bekerja bersama dengan orang-orang dari Australia melalui GitHub.

Dulu, untuk mendapatkan pekerjaan kamu biasanya memulai dengan berkolaborasi bersama engineer dari sebuah perusahaan. Membuat project open source bersama. Ketika kamu memberikan kontribusi yang bernilai, dan kamu dapat menjadi orang yang dapat bekerjasama dengan baik, maka barulah kamu mendaftar untuk pekerjaan, atau perusahaan tersebut sendiri yang meminta kamu bekerja.

Sekarang proses seperti di atas juga masih berlangsung, bahkan bertambah banyak karena jumlah project open source jauh meningkat.

Linus Torvalds, inventor dari Linux, pernah berkata :

“Kamu memberikan ide atau kontribusi secara bertahap sampai ke tahap di mana atasan mempercayai kamu. Pada tahap tersebut, barulah kamu akan dianggap lebih dari sekedar seorang pemberi ide, kamu telah dimasukkan ke dalam jaringan kepercayaan atau network of trust.”

Network of trust bisa diukur berdasarkan reputasi kamu. Ketika kamu pindah tempat kerja, reputasi tersebut bisa berkurang. Sebagai contoh, jika kamu tinggal di kota kecil dan telah lama berada di sana, maka kemungkinan banyak orang akan mengenal kamu. Jika kemudian kamu pindah tempat, anggaplah ke luar negeri, maka di tempat baru tersebut bisa jadi tidak ada yang mengenalmu. Lebih parahnya, bahkan tidak ada orang yang mengenal teman atau kolegamu.

Kamu bisa kehilangan first, second, and thrid-degree connection. Kecuali sebelumnya kamu telah membangun brand dengan menjadi pembicara pada konferensi atau beberapa acara besar lain, maka reputasi dan trust yang telah kamu bangun dalam perusahaan yang sebelumnya akan hilang.

Hal tersebutlah yang membuat peran GitHub sangat bernilai di masa sekarang. Melalui GitHub, hasil kerja kamu tidak akan hilang. Hasil kerja tersebut akan selalu bisa dilihat oleh siapapun. GitHub menghubungkan kamu kepada network of trust.

Tetapi GitHub juga mempunyai dampak lain. Akan banyak orang yang berpindah ke tempat baru. Ini akan mengubah dinamika di tempat baru tersebut. Developer yang tadinya mempunyai tempat special, menjadi mempunyai saingan. Salah satu prinsip dari open source adalah meritokrasi, artinya yang menang adalah yang mempunyai ide paling bagus, yang mempunyai komitmen paling tinggi, dan yang paling baik dalam melakukan implementasi.

Cara di atas memang tidak selalu menjadi yang paling baik. Salah satu kriteria lain untuk sukses adalah menjadi orang yang bisa bekerjasama dalam tim. Tidak jarang perusahaan memecat developer yang sangat handal karena tidak baik dalam bekerjasama. Ini juga terjadi di GitHub, biasanya dalam interaksi dengan kontributor lain.

GitHub bukan hanya tempat perpustakaan kode, terkadang juga banyak ide dan argumen yang tertuang di dalamnya. GitHub adalah sebuah social network. Berikut gambaran lebih jelasnya:

“Bukanlah kode kamu yang diperhitungkan, tetapi apa pendapat orang tentang kode kamu tersebut”

Itulah yang diperlukan untuk membangun reputasimu. Dan dalam 12–24 bulan ke depan, akan terlihat developer mana yang dapat memaksimalkan peluang tersebut. Perbandingan orang yang mempunyai GitHub dan yang tidak akan menjadi seperti orang yang punya email dan yang tidak punya email, atau orang yang mempunyai handphone dengan orang yang tidak mempunyai handphone.

Nantinya, kebanyakan developer akan bekerja secara terbuka. Mungkin ke depannya lagi fenomena ini bisa saja berubah, tapi untuk saat ini, GitHub telah “mengganggu” dinamika perkembangan karir developer.

Disadur dari: