Tips Memulai Karir di Bidang yang Berbeda Tanpa Pengalaman

Bagian 1 : Menjadikan Dirimu Kandidat Ideal

Banyak orang merasa karir mereka saat ini tidak sesuai ekspetasi. Mereka ingin menggantai karir di bidang lain, tetapi tidak mempunyai pengalaman dan tidak tahu harus mulai dari mana.

Di dalam artikel ini, akan dibahas mengenai bagaimana caranya untuk mendapatkan pengalaman secara cepat bidang apapun, serta kemudian bagaimana cara kamu bisa menggunakan pengalaman tersebut untuk mendapatkan kerja impianmu.

Mitos Tentang Berganti Bidang Karir

Sebelum membahas lebih jauh, kamu perlu mengubah pandangan dulu tentang mitos berganti bidang karir:

· Kamu tidak perlu jaringan koneksi yang luas. Bahkan, kamu tidak perlu kontak sama sekali — kamu bisa membangunnya sendiri nanti.

· Kamu tidak perlu gelar dari universitas, yang penting adalah hasil dari usaha yang kamu lakukan. Hasil lebih berarti daripada gelar dan jabatan apapun di pekerjaan kamu sebelumnya. Ini akan dibahas lebih dalam nanti.

· Kamu tidak perlu uang. Semua hal yang perlu kamu tahu bisa dipelajari dengan gratis. Bahkan, kamu bisa menjadikan proses pembelajaran tersebut menjadi sumber pemasukan.

Berikutnya kamu akan belajar mengenai langkah-langkah dalam mendapatkan pekerjaan di bidang yang benar-benar berbeda.

Tahap 1 : Membayangkan diri kamu sebagai kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Keuntungan dari memasuki sebuah bidang yang baru adalah kamu menjadi seperti kertas putih. Kamu bisa memilih skill dan membentuk diri kamu menjadi kandidat yang ideal.

Bagaimana ideal itu?

Untuk menjadi kandidat yang ideal, pertama harus dimengerti dulu seperti apa yang dimaksud dengan ideal di mata orang-orang yang akan memperkerjakan kamu. Ada dua cara untuk melakukan ini :

Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi pekerjaan pada dasarnya adalah sebuah resume. Deskripsi pekerjaan menjelaskan tentang skill apa saja yang kamu butuhkan untuk menjadi sukses dalam sebuah jabatan/peran. Kedengarannya memang sudah menjadi suatu hal yang jelas, tetapi mari lihat hal tersebut dalam sudut pandang lain.

Mari lihat peran seorang Growth Marketing Analyst di Facebook

Tanggung Jawab :

- Memahami data untuk mengerti produk secara lebih dalam, mengidentifikasi kesempatan, dan membangun pertumbuhan serta tingkat keaktifan user Facebook.

- Menjalankan project dengan berfokus kepada perkembangan user baru, pertambahan penggunaan di perangkat mobile, dan penambahan pendapatan. Bekerja sama dengan bagian design, produk, teknisi, dan tim data.

- Bekerja dalam produk-produk utama Facebook seperti news feed, notifikasi, mobile, dan jalur marketing seperti SEO, SEM, dan email.

- Menggunakan tool seperti Hadoop, Oracle, ETL, R, PHP, Python, Excel, MicroStrategi, dan tool-tool lainnya agar pekerjaan menjadi efektif.

Kualifikasi Minimum

- Bachelor atau Master dalam bidang Ilmu Komputer, Matematika, Fisika, Statistik.

- Pengalaman SQL lebih dari 1 tahun.

- Pengalaman dalam analisis kuantitatif dan statistik selama 2 tahun.

- Pengalaman menjalankan project selama 1 tahun.

- Pengalaman marketing dan advertising selama 1 tahun.

- Kemampuan untuk memproses dan menganalisa data, serta menginterpretasinya untuk menjadi keputusan bisnis.

- Kemampuan komunikasi untuk menangani project atau produk.

Kualifikasi Tambahan

- Pengalaman di bidang software development.

- Pengalaman di bidang internet marketing.

Apa yang dapat kamu simpulkan? Seperti apa kandidat ideal tersebut? Apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan kerja?

Kebanyakan orang akan berpikir bahwa mereka butuh gelar di bidang komputer atau matematika. Kemudian mereka butuh setidaknya 2 tahun pengalaman coding dan menjalankan project di sebuah perusahaan.

Tetapi, apakah benar begitu?

Facebook mencari seseorang yang mengerti cara mengidentifikasi tren di dalam sebuah data yang akan mempunyai pengaruh langsung kepada pendapatan. Orang tersebut juga sebaiknya mempunyai pengetahuan programming agar dapat bekerja lebih efisien dan bisa menyajikan data dengan simple namun padat.

Kebanyakan orang berpikir bahwa pengalaman hanya bisa didapat melalui bekerja di perusahaan atau mempunyai gelar. Ini adalah mitos terbesar dalam pencarian kerja.

Untuk mengerti hal tersebut, mari berpikir sejenak dan memahami mengapa perusahaan memperkerjakan seseorang.

Perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan seseorang yang memberikan dampak positif dalam skala besar bagi mereka. Seseorang bisa jadi mempunyai PhD dalam ilmu komputer dan menguasai semua bahasa pemograman yang disebutkan di atas, tetapi jika mereka mempunyai kekurangan dalam memproduksi hasil, maka perusahaan tidak akan mendapat keuntungan.

Pada sisi lain, seseorang mungkin tidak mempunyai gelar atau belum terlalu lancar dalam bahasa pemograman, tetapi mengerti bagaimana menemukan solusi dan bisa menyajikannya secara jelas. Kemampuan untuk melakukan aksi nyata sangat beharga bagi perusahaan.

Tujuan kamu adalah menjadi orang kedua tersebut.

Interview Informational

Selain memenuhi kualifikasi di dalam deskripsi pekerjaan, hal lain yang juga penting adalah membangun komunikasi dengan orang-orang yang bekerja dalam industri tersebut.

Orang-orang tersebut akan membantu kamu memprioritaskan skill yang kamu dapatkan, kemudian juga dapat membantu kamu memahami informasi lain yang tak tertulis seperti proses rekrutmen atau mengenalkan kamu dengan kontak-kontak mereka.

Hal terbaik untuk melakukan ini adalah melalui advanced search filter di LinkedIn. Kamu dapat mencari orang dalam perusahaan tertentu, dengan gelar dan jabatan tertentu. Bahkan jika mempunyai LinkedIn Premium, kamu dapat mencari orang yang pernah bekerja di bidang kamu, dan sekarang bekerja di bidang yang kamu inginkan.

Kamu bisa menggunakan skrip email seperti ini untuk berkomunikasi dengan mereka:

Subject: Pertanyaan Singkat

Selamat Pagi [Nama orang Tersebut]

Nama saya [Nama Kamu] dan saat ini saya bekerja di [Nama Perusahaan Kamu]. Saya mencari di LinkedIn dan kemudian mendapatkan kontak anda. Saya harap anda tidak keberatan saya menghubungi anda secara tiba-tiba seperti ini.

Saya melihat anda mempunyai pengalaman yang cukup banyak di Growth Analytics Facebook, dan saya sangat tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai hal tersebut. Saya akan sangat berterimakasih jika dibolehkan untuk mengajukan beberapa pertanyaan, dan mendapatkan tips-tips dari anda mengenai bidang ini.

Saya mengerti bahwa waktu anda sangat berharga, jadi tolong jangan merasa berkewajiban untuk menjawab secara sangat detail. Jika anda mempunyai waktu 5 menit untuk berbicara secara langsung, saya akan sangat menghargainya.

Terima Kasih,

[Nama Kamu]

Ketika mereka setuju untuk bertemu denganmu, kamu harus menyiapkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan tersebut harus fokus kepada :

- Mengidentifikasi skill apa saja yang paling dibutuhkan untuk menjalankan aktifitas harian (ini akan membantu kamu membangun prioritas)

- Meminta pengalaman bagaimana orang tersebut sampai di posisinya saat ini (kamu akan terkejut akan berapa banyaknya orang yang sukses di bidang karir yang lain)

- Apa yang akan mereka lakukan jika mereka di posisi kamu.

Berikut contoh pertanyaan untuk membantu kamu :

1. Saya telah melakukan riset, dan sepertinya [skill 1] — [skill 3] yang paling umum disebutkan. Skill manakah yang menurut anda paling krusial untuk sukses?

2. Saya melihat LinkedIn anda dan melihat bahwa anda sebelumnya bekerja sebagai [jabatan/peran] di [nama perusahaan]. Bagaimana akhirnya anda bisa masuk di industri ini dan bekerja sebagai [jabatan/peran]?

3. Jika anda di posisi saya — anda baru di industri ini dan belum mempunyai banyak pengalaman. Bagaimana cara anda untuk dapat berhasil? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan anda ambil?

Sekarang kamu telah memahami skill-skill apa saja yang kamu butuhkan, bagaimana prioritasnya, dan gambaran dari seseorang yang mempunyai peran yang kamu inginkan.

Pada bagian selanjutnya, kamu akan mengetahui bagaimana cara menguasai skill-skill yang kamu butuhkan, dan mempraktekkannya melalui freelance.