Bualan Pantura

Tidak perlu kelas untuk belajar antropologi. Anda tahu maksut tidak perlu kan?. Manusia adalah unik, kesimpulan tidak bisa dipukul rata. Buktinya sidik jari anda dengan anak anda beda bukan?

Saya mempunyai waktu 20 menit sebelum sholat jumat dimulai. Hal yang ada dalam kepala saya adalah bebek goreng tepat pukul 01.30. Menyantapnya dengan lahap dan penuh rasa syukur. Saya memikirkan makanan karena lapar, sedang dihadapan saya adalah ritus ibadah yang jauh dari duniawi.

20 menit setelah ini saya akan berhadapan langsung dengan Tuhan secara paripurna, fisik dan jiwa saya. Disposisi akan saya alami hanya dalam 20 menit. Betapa cepat kita mengingat dan betapa cepat kita melupakan.

Cara berpikir begini tentu tidak saya dapat begitu saja. Lingkungan, pendidikan, bacaan dan banyak lain yang telah saya lalu dalam hidup menciptakan ini. Betapa eman-eman kalo saya mebuangnya begitu saja.

10 menit lagi saya akan berdiri, duduk, dan sujud secara langsung dihadapan Tuhan. Saya akan memyampaikan keluh kesah, karena itu kewajiban saya sebagai hamba. Termasuk rasa lapar yang saya dera dan harapan makan bebek goreng, akan saya sampaikan langsung padaNya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.