Kota dari Masa Lalu

Sembari menyajikan secangkir

Kopi yang terbuat dari ingatan

Hujan bertubi-tubi menghantam

Atap seng panas sisa matahari siang

Tidak ada air menggenang sebab

Jalanan aspal dan paving

Menutup tanah ibu

Tidak ada suara bayi menangis sebab

Mulutnya dibungkam

android dan layar Televisi

Kopi selesai aku minum

Cafeinnya memenuhi lambung

Aku limbung.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated M Akid Aha’s story.