!

Oleh : manda’AM

Di tepi malam
Aku sedang bergumam
Bersama lantunan 
Angin riuh berserakan

Dua tiga empat hingga
Aku lelah menghitung
Detik menjadi patung
Terkikis elegi senja

Kujajah lekuk indah
Senyummu
Dalam prakarsa
Iklhas tertuang rindu

Aku bisa apa?
Jika tatapan puan
Hilang

Jangan cepat runtuh
Dengan riuh
Kesibukan

Tetap senyum pantang murung

Makassar, 1 September 2016
Pict : pinterest "micha"

Like what you read? Give Agus Mawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.