1965.

Sembilan belas enam lima
Bunga merah jatuh berguguran
Menyentuh tanah indonesia

Kisah pilu dalam kenangan
Menyentuh nurani yang dalam

Jutaan bunga harus takluk
Sujud pada revolusi
Sebab indah harus tunduk
Pada orde yang sedang transisi

Sembilan belas enam lima
Idelogi bunga adalah racun agama
Terprovokasi dalam syair penguasa

Dari timur hingga barat
Semua berteriak~ Ganyang Bunga

Bunga mengancam ideologi negara
Bunga bukan pancasila
Bunga bukan indonesia
Kalimat ini diteriakkan dengan bangga

Sembilan belas enam lima
Ketuhanan yang maha esa 
Hilang dalam hati manusia

Sembilan belas enam lima
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Bukan lagi panutan bangsa

Sembilan belas enam lima
Persatuan indonesia
Tinggal khayalan belaka

Sembilan belas enam lima
Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Bukan lagi pedoman menyelesaikan masalah

Sembilan belas enam lima
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Tidak berguna

Sembilan belas enam lima
Harus dimaafkan
Ia nyawa bangsa
Yang terkubur disepanjang nusantara

Kita harus memaafkan!

Untuk bunga yang gugur
Damailah dalam penyempurnaan
Semoga Tuhan 
Mengingat kenangan(ini) yang kian luntur.

Makassar, 17 Agustus 2016-Manda'AM

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.