Aku merdeka(?)
============================

oleh Fitri Syamarkandi & Manda' AM

Aku sajak yang merdeka
Tanpa garis, tanpa arah, tanpa upah
Sebab aku sejatinya merdeka
Walaupun sedang berdarah

Aku sejatinya telah merdeka
Tapi tetap saja ada yang masih terjajah
Lihat saja jelata
Mencari nafkah hingga kakinya patah

Kelas bawah semakin dilindas
Di jalan kota yang sedang menindas
Mereka bertahun-tahun merdeka
Dalam putus asa bersama munajat doa

Tangis tak bisa aku hindari
Bilamana melihat rakyat rakyat berselisih lagi
Katanya Indonesia bersatu
Nyatanya isme-isme jadi ranjau

Komunis, demokrasi, idealis
Dicampur aduk dalam skenario kapitalis
Mencerai berai kesatuan indonesia
Dalam hantu bhineka tunggal ika.

Aku: Indonesia
Yang katanya negeri yang damai
Yang katanya hidup rakyatnya sejahtera
Sebenarnya itu hanya omongan semata
Hanya jadi hiasan saja

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa
Dalam mukadimah undang-undang dasar 1945
Bersama sejahtera dalam satu bahasa
Bahasa propaganda penguasa

Ah sungguh ironi
Negeri yang tirani ini
Di penuhi orang-orang hipokrisi
Yang terus berdebat tanpa isi

Menjadikan pancasila tersisi
Dalam zaman yang sedang transisi
Silahkan bungkam suara tangisan ini
Namun kau takkan pernah mampu membungkam kebenaran hakiki

Oh apalah aku hanya utopis panggung keadilan
Yang terus saja berteriak
Tapi tak ada jawaban

Tanpa busana di ranjang kemerdakaan
Aku merintih mengingat kenangan
Dalam desahku atas jawaban

Jadi, sudah merdeka-kah di atas namaku?
Atau jangan-jangan hanya sekedar busana
Untuk tutupi seluruh luka ditubuhku

Ataukah ini hanya tabir pertunjukan
Ketika semuanya saling bermusuhan 
Menanyakan tentang kemerdekaan
Yang semakin hari menjadi angan-angan

Mungkin sampai disini saja
Keluh kesahku tentang merdeka
Yang masih ku pertanya-kan
Pada sisa harapan

Harapan yang sekali lagi terulang pada tujuh puluh satu kali ini.

Jangan sia-siakan kemerdekaan yang kita rebut sendiri
Jangan biarkan dikebiri
Merdeka jangan setengah-setengah
Walau kita sedang berlari dengan nafas setengah.

Makassar, Agustus 2016

Pic: dewo kiting