Antara Lenin, Detektif, dan Persatuan.

Persatuan ? Dari beberapa abad yang lalu kata ini sering bergema di berbagai pelosok, golongan, ras, suku, dan tentu agama. Ia bagaikan permainan pemecahan kasus bagi detektif yakni mencari mawar di tengah padang pasir yang luas.

Dulu dan sekarang tidak ada bedanya, walau hanya serupa namun tetap menjadi kasus rumit, lalu dengan seiring waktu yang kian tua ia melamban dan menjauh dari interaksi sesama manusia.

lalu ? Masih sempatkah kita untuk bersatu ?

Ingatkah dengan Vladimir Lenin ?, tokoh yang dikenal sebagai diktator yang berasal dari negara kekaisaran ? ia, adalah revolusioner komunis, politikus, dan penggagas teori politik berkebangsaan Rusia.

ia, diasingkan oleh kekaisaran pada waktu itu hanya karena menggemari karya dari Marx-Engels, setelah pulang dari perasingan ia kemudian mencoba mengadakan pemberontakan kaum buruh disaat rusia kalah telak di perang dunia I, walau awalnya gagal dan dia mengasingkan diri ke finlandia.

Setelah berhasil ia kemudian mendirikan RSFSR(Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia) negara sosialis yang berkonstitusional pertama di dunia, kemudian Lenin menerapkan reformasi sosialis yang di mana pengalihan hak milik atas tanah dan rumah diserahkan ke pihak soviet.

Lalu di mana ? Hubungan antara kisah lennin dan persatuan ?,

lenin mempersatukan sebuah bangunan bawah (Infrastruktur) untuk menggulingkan penguasa yang kapitalis dan kemudian menerapkan konsep sosialis, lenin bergerak dari bawah lalu menggapai posisi atas, dari bawah ia mencoba mempersatukannya dengan cara melalui pemberontakan akibat kaum buruh(Bangunan Bawah) sudah tidak tahan dengan penindasan kapitalis, maka di sini kita menarik kesimpulan bahwa persatuan dicapai dengan sebuah revolusi.

Namun, apa kah itu dapat diterima oleh dunia ? Ya, dan Tidak !

Lalu, bagaimana dengan sekarang ?

Di timur tengah, Koalisi Arab vs Houthi, ISIS entah berperang dengan siapa, ditambah lagi dengan isu golongan “ISLAM” — Sunni&Syiah, Lanjut dengan isu ras, isu suku, dan isu bla bla bla.

Persatuan ? Akankah mudah dicapai jika kita hanya diam ?

“Cukup untuk menjadi orang baik adalah tidak melakukan sesuatu”

Kamu sepakat ?

Jika tidak, mulailah berpikir untuk membuat revolusi besar-besaran terhadap diri kita, tanamkan toleransi sejak dini bagi diri kita sendri, sekitar, dan lingkup yang luas melalui banyak cara.

sehingga, persatuan tidak dimulai dengan peperangan ataupun permainan pemecahan kasus seperti di film Detektif.

Siapkah untuk persatuan ? -jika siap, tamparlah dirimu lalu bangun dari dunia yang tidak penuh dengan cinta, pindahlah ke dunia lain yang di mana kasih dan cinta bergema dari segala penjuru, walau asing bagimu, namun itulah mawar di tangah padang pasir yang luas.

Makassar, 14 April 2016, Manda’ AM.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Agus Mawan’s story.