INTELEKTUALIS AMAN

Sudah lama kita terasing
Dalam guncangan arus pasang
Kita tak pernah sekali berjuang
Bersama tegak tak kenal tumbang

Mereka mungkin bersila kaki
Tapi tiap hari
Kaki kita semakin lari
Dari kenyataan dusta birokrasi

Kita tidak boleh tenang
Walau gunung yang didaki
Tinggi menjulang

Jangan biarkan detik membutakan!
Jangan biarkan!

Dengarlah, gesekan angin pada malam
Ia tak pernah sekali dibungkam
Tidak pernah!
Lalu apa alasan kita untuk menyerah?

Tidak ada!

Lalu ada apa dengan kita?

Makassar, 23 Agustus 2016-Manda'AM
Pict : Pinterest "Nata"

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.