MAHA. AKU MENANTI-MU
______________________________

Ada yang merasa juga ibah
Ada yang menangis juga teriris
Satu dan nantinya berjuta
Akan mengaku juga membisu

Tuhan, sebelum aku pandai mendengar-Mu
Adakah diantara mereka;
Satu hingga jutaan yang pernah bercakap melalui bibir-Mu yang Maha?

Tuhan, telah lama hamba menanti disudut ruang gulita
Yang Maha sudi datang dan enggan menghampiriku
Berdiskusi dimeja nan dihiasi taplak rajutan ibu
Dan memulai pertanyaan kecil
Seraya menikmati jamuan ibu yang sederhana

Hamba benar-benar Maha mau 
Untuk berjumpa dengan-Mu
Walau seberapa singkat waktu yang mesti

Tuhan pasti telah tahu dan Maha Tahu
Bahwa berkat Keindahan-Mu lah yang membuat hamba tunduk pada sajadah
Bukan atas mereka yang menggadai Nama-Mu
Pada penguasa.

Meja perjamuan hamba untuk-Mu
Telah berdebuh dan membiru
Juga jamuan Ibu terlampau layu

Tuhan, aku selalu menanti-Mu
Meratap meja dan hidangan ibu
Sambil mengulangi tasbihku;
Ada yang merasa juga ibah;
Ada yang menangis juga teriris;
Satu dan nantinya berjuta;
Akan mengaku juga membisu;

Tasbih hamba akan selalu terulang
Hingga Tuhan memilih datang disaat petang
Atau disaat hamba mulai lupa
Merasakan letih mengulang tasbih
Hanya untuk kedatangan Yang Maha
Dan menjawab pertanyaan hamba.

Manda'AM
Makassar, januari 2017

Like what you read? Give Agus Mawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.