MINUM MUNIR

Rupa jiwamu terbujur kaku.
Apakah manisnya ataukah aku.
Aku membuat mu terbujur kaku di kata-kata yang kurangkai.

Aku tahu, kau mati.
Tidak usah berpura-pura mati lagi.
Kabar dan teka-teki.
Telah cukup atas ini.

Ayo ! Mati saja.
Jangan dielus terus.
Tidak usah lama.
Sebab kamu haus.

Ayo minum ! Ayo.
Malaikat membuka langit untuk mu.
Terbanglah bersama rahasia.

Sapatau di udara nanti kamu mati dua kali !
Lagi-lagi berjumpa tirani.
Bekas musuhmu di pertiwi.

Biarkan sisa-sisa pembencimu ada
Dalam sisa usia yang sia-sia
Lalu hingga jadi abu
Doakan tak ter-kokang sapu

Seluruh negeri
Semoga mengerti
Agar tak terus membenci
Si penabur racun yang membuatmu mati

Munir; tenanglah dan damai
Dalam istana baru-mu

Manda' AM & Fitri Syamarkandi
Makassar, Agustus 2016

Pict : pinterest "husnul akib"

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.