WANITA TUHAN

“reedit”

Di langit hanya ada tanya, teruntuk pada-Mu.
Di balik samudera nun kau ciptakan di langit, kemudian kau hujamkan ke bumi bersama air.

Seseorang berharap sedang basah.
Luntur melepas sisa pilu-luka.
Walau tak sempat kubersihkan sendiri.

Lantaran, meneroka ditiap bait-bait ayat-Mu, adalah kemesraan diantara kita berdua.

Wanita yang sedang menatapku dari jauh, ialah perwujudan kasih-Mu.
Walau ku, merasa hina di hadapannya dan dihadapan-Mu. 
Namun, atas nama-Mu.
Itu bukan perkara, sebab ia telah berhasil mendorongku padanya.

Ialah, wanita yang menang !
Mengalahkanku dengan tanya !

Selamat !

Makassar, 3 Juni 2016 — 2 Agustus 2016-Manda’AM

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.