Write Less do More dengan Framework

Apa itu framework bagaimana cara framework mempercepat kerja anda?

Saat seorang tukang sablon menerima 4 pesanan kaos bisa jadi dia memotong kain kaos dengan mengukur tiap kain yang ia akan potong tapi pada saat dia mendapatkan pesanan 100 kaos dengan ukuran yang berbeda (S, M, L, XL) tentu dia akan lebih mudah jika menggunakan pola dari kardus atau kertas yang agak tebal yang sudah diukur telebih dahulu sesuai dengan pesanaan yang ada. Sehingga pengerjaan akan lebih mudah dan cepat. Ibaratkan framework seperti pola kaos/baju.

Dalam bahasa pemrograman framework bisa disebut sebagai berbagai kumpulan kode yang sudah membentuk fungsi atau perintah yang biasa digunakan, mirip seperti software library. Saat fungsi di beri nama se-familier mungkin dengan kita/programmer lainnya (misal : simpanData(), uploadData(), pindahData()) dan saling dikumpulkan lalu disimpan kedalam file bereksistensi bahasa program yang digunakan tersebut (contoh: bootstrap.min.css, node.js, falcon.lib) saat fungsi tersebut di taruh dalam direktori tertentu pada bahasa pemrograman dan fungsi fungsi tersebut dapat di panggil langsung tanpa kita harus menulis beberapa kode ulang.

Contoh pada CSS dengan Framework Bootstrap :

Contoh pada saat anda ingin membuat gambar responsive pada sebuah browser agar dapat mengatur ukuran sesuai dengan layar yang dipakai oleh pengguna atau penentuan lebar maksimal dari sang programmer. :

.responsive-image {
display: block;
padding: 4px;
margin-bottom: 20px;
line-height: 1.42857143;
background-color: #fff;
border: 1px solid #ddd;
border-radius: 4px;
-webkit-transition: border .2s ease-in-out;
-o-transition: border .2s ease-in-out;
transition: border .2s ease-in-out;
<!-- dan banyak line code lainnya -->

Dengan framework CSS Bootstrap kita hanya perlu membuat link framework CSS Bootstrap dengan file HTML yang dibuat dan menulis class “thumbnail” pada element <img/>

<img class= “thumbnail” href= “.....” />

Setiap bahasa pemrograman dimungkinkan memiliki framework tergantung bagaimana programmer menciptakan framework tersebut. Kebanyakan framework merupakan open source project seperti framework CSS yang dicontohkan. Tentu kita dapat ikut mendistrubusikan karya kita ke framework tersebut melalui github atau layanan pengembangan bersama sejenisnya dengan menyetujui lisensi yang ada. Beberapa programmer mengerjakan framework secara gratis dan open source agar development framework lebih cepat jika secara bersama — sama. Ada juga bebrapa framework yang berbayar dan merupakan close project.


Berikut beberapa list web framework yang sedang up-rising dan merupakan framework yang profit jika digunakan dan dipelajari.

1. Laravel — PHP (Server-Side)

“PHP Framework for web artisan” begitulah semboyan framework laravel. Framework ini menjawab kesusahan para programmer dalam menghapal syntax php yang mungkin terlalu rumit dan kurang familier dengan programmer menjadikan syntax yang cukup baik dipahami oleh programmer dan orang awam sekalipun, menjadikan menulis program php seperti membuat sebuah karya. Tidak hanya itu framework ini juga menawarkan peningkatan kecepatan data.

2. Node.js — Javascript (Server-side)

Node.Js memungkinkan Javascript sebagai bahasa server-side layaknya PHP, dan menawarkan kecepatan super tinggi. Merupakan framework yang di liris pada tahun 2007 tapi versi stable (stabil/baik) baru di rilis 4 Januari 2017. Mulai banyak beberapa web apps, dan website website menggunakan node.js dikarenakan mudah dan dapat menyelesaikan masalah dengan cepat. Walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya node.js merupakan framework karena ada tambahan bahasa C dan C++ dalam pengembangannya.

3. Ruby on Rails — Ruby (Server-side)

Inilah framework dengan gaji terbesar menurut data Quartz pada tahun 2014 framework ini menggunakan bahasa ruby dan merupakan framework dengan tujuan development web apps, dan handle data besar (big data) twitter, github, basecamp, shopify menggunakan framework ini.

4. jQuery — Javascript (Utillities, Animation, Manipulation)

Merupakan framework yang sangat famlier dalam pembuatan web, framework ini sering di gunakan untuk membuat animasi instant pada website, seperti gambar yang naik turun atau sejenisnya. Walaupun sebenarnya framework ini juga mempunyai fungsi lain. Diantaranya yang sering dipakai adalah HTML event method dan juga CSS manipulation.

5. Bootstrap — CSS (Responsive design, Manipulation)

Seperti pada contoh diatas framework ini memudahkan kita untuk mendesain responsivesebuah website dengan keajaibannya. Kita hanaya perlu menuliskan class dalam element HTML dan apa yang anda maksud akan terjadi. Seperti Jumbotron, Button Responsive, dan masih banyak lagi. Bootstrap pun merupakan framework yang mudah dipelajari.

Sebenarnya masih banyak framework yang cukup terkenal dan profit, tapi pada intinya framework digunkanan untuk “Write less do more” dengan begitu pembuatan aplikasi web atau website dan sebagainya akan lebih cepat dilakukan.

Sebaiknya pelajarilah dasar bahasa pemrograman tersebut terlebih dahulu sebelum menggunkan framework yang berkesan instant. Karena dengan mempelajari dasar dari framework tersebut akan membuat programmer lebih paham tentang bagaimana cara kerja framework yang digunakan. Memang baik menggunkaan framework dan menguasainya tapi akan lebih baik lagi jika menguasai dasarnya terlebih dahulu.

Terimakasih :) press like button and any other person can see this :D