“THIS IS NOT THE END, THIS IS NOT THE BEGINNING.”

Bahwa perjuangan akan terus berlangsung selama kita menjalani kehidupan. Tak peduli seberapa pelik permasalahan yang dihadapi, itu bukan akhir dari segalanya, begitupun bukan awal , karena kita tengah menjalaninya.

Pagi kemarin, 21 Juli 2017, terbangun dari tidur, dan segera meraih handphone yang kebetulan tergeletak disamping kepala. Mungkin karena masih “lulungu” alias belum sadar sepenuhnya, terbuka lah salah satu aplikasi media sosial. Seketika itu pula mata ini tertuju kepada sebuah post yang bertuliskan,

Dengan pikiran dan kesadaran yang masih melayang-layang, caption dari gambar tersebut tentu saja tidak tercerna dengan baik di kepala.

“wait, whaat ? you gotta be kidding me “ (pake inggris biar keren -red)

Merasa sanksi dengan yang tersaji di depan mata, jari-jari saat itu juga refleks membuka media sosial lain, kebetulan laptop pun tidak jauh letaknya. Dan…
Kabar yang tertulis di caption gambar itu pun benar adanya,

Lead Singer, Frontman dari salah satu band favorit semenjak SD, telah berpulang. Dikabarkan beliau telah “kalah” dalam pertarungannya melawan depresi dan ketergantungan obat.

Seketika itu pula emosi dan perasaan membuncah tak karuan. Jujur, lagu-lagu yang dibawakan oleh band ini sangat membantu banyak hingga diri bisa berada di titik sekarang.

Sejak pertama mengenal Linkin Park, setelah dulu tersesat dengan lagu-lagu Limpbizkit, lagu mereka tidak pernah absen dari playlist pribadi. Baik di HP maupun di laptop, paling tidak ada 2–3 lagu. Bahkan album LP salah satu yang saya beli dalam bentuk kaset fisik, meski sekarang entah dimana rimbanya.

Lagu- lagu yang dibawakan banyak membahas tentang perjuangan melawan ketidakadilan, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Apalagi (setelah baca), Chester, sang Lead Singer, banyak mengalami bullying hingga pelecehan pada masa lalunya.

Entah, namun, kekuatan vokal dan penghayatan dari vokalis ini lah yang membuat lagu-lagunya sangat ear-catching. Baik saat “scream” seperti pada lagu “Numb”, maupun normal seperti pada lagu “Shadow of the day”, atau yang terbaru pada lagu “One More Light”

Salah satu lagu yang paling berkesan, “Waiting For The End”, actually, helped me a lot, sedari jaman SMA, hingga sekarang (masih kuliah euy -red). Saat “galau” masalah sekolah, masalah kuliah, ujian, ataupun masalah asmara.

Such vocal, such lyric, it got alot of feeling poured into it

Update 21102017

Tak terasa, bahkan sampai sekarang, lagu yang mereka bawakan masih saja mengena. Entah saat belajar, entah saat bingung, entah saat apapun, ada saja bagian bagian yang membuat saya secara tidak sadar seakan meng”iya”kan lirik lagu tersebut. Mungkin benar adanya, sebuah pernyataan

‘Saat kita melakukan sesuatu yang dikerjakan dengan hati dan sungguh-sungguh, pasti akan tersampaikan maksudnya entah dengan cara apapun’

Seperti yang dicantumkan sebagai judul, ini bukan akhir, namun ini juga bukan awal, namun kita tengah berada di tengah, dalam proses apa yang disebut hidup. Pelajaran mengenainya bisa didapat dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Tak mengenal tempat dan waktu, karena wisdom atau pelajaran terkadang berada di luar spasial nalar yang kita miliki.

Sebagai seorang yang mengaguminya, terutama mengagumi karyanya, mungkin hanya bisa berharap, bahwasanya beliau akan tenang dan terlepas dari segala beban yang dihadapinya selama di dunia.

Thankyou, Chester, Linkin Park

2206HRS21102017

Like what you read? Give Mardiansyah Arief a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.