26 Agustus 2017

kerap kali aku memintamu untuk tetap setia memandangku.

setia memandangi wajahku yang mulai berkerut,

garis senyumku yang semakin lama semakin mengecil.

kerap kali aku memintamu genggang tanganku.

yang semakin lama tak lagi kuat untuk memegang sebuah ceret,

yang semakin lama — makin jelas juga lipatan kulitnya.

kerap kali aku memintamu untuk setia menuntunku.

dengan mata yang semakin rabun,

dengan jalan yang semakin pelan.

kerap kali aku merasa gelap, dan kala itu kau datang menjadi lentera.

kerap kali aku merasa hatiku terlalu gersang, dan kala itu kau datang menjadi sosok hujan di bulan juni.

sabar..

penuh kasih..

Selamat menua, ibu.

semoga semesta selalu menyampaikan kasihku melalui kehangatan pagi yang datang atas nama doa.

Sayangku sepanjang masa.

)