Ekamatra

Aku mencium bau kematian, sayang

Semerbak amis yang persis aku sesapi kepekatannya

saat nenek menjerit tertahan untuk terakhir kalinya

Beradu tajamnya dingin yang menyusupi kalbu

: rupanya amat tak terperi!

Sayang,

entah berapa cabang arus yang harus kau usut

demi patahan-patahan kayu dari pohon mati

Upayakan roda membuncah jadi tempat berlabuh

Sunyi, sunyi, sunyi

Maut nyatanya masih perih bagi sepasang kelana

- Maria Isabella

2015

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Maria Isabella’s story.