Patahan Malam

Bulu-bulu tersemat itu meleburkan diri pada serbuan tinta bening.

Di pojok halaman yang lembab, apa lagi yang dapat kau torehkan?

Sepotong daging mencari sebilah tulang. Mengkelu.

Ia berusaha menderukan nafas, tertahan langit-langit mengikat lekat.

Apa yang dapat kau ucapkan?

Tak henti menguliti asa yang mulai mengusang.

Larva hasrat menggelembung, lahirkan pana yang sohor.

Apa lagi yang kau damba?

Kau menggumam, jangan sampai perih menjelma candu.

Tapi ia terus menuang, sindir mimpi seretas waktu kosongmu.

-Maria Isabella-

5 September 2014

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Maria Isabella’s story.