Semusim Liris

Musim panas sesungguhnya adalah musim yang paling licin dan licik. Ia meresahkan kelopak-kelopak yang mana akan dapat berpisah lebih cepat dari tangkainya. Ia tahu benar duka yang benar adanya mencuat dari orang yang patah hati.

Hujan mungkin mudah membangkitkan kenangan yang terbawa oleh setiap tetesnya. Dan jenis tangis yang paling pilu barangkali adalah tangis yang baru menyeruak tengah malam senyap, menetes begitu saja tanpa suara, atau teredam oleh deras hujan.

Musim panas mengerti depresi yang sejati. Ia menjadi saksi raungan orang yang lelah terabaikan tanpa perlu terseret emosi yang dibuai hujan. Ia melingkupi seraya melipuri seruan jiwa yang tak mampu dibendung oleh hujan.

Musim panas dapat menjadi teramat cemburu kepada ilusi hujan. Orang bisa saja menikmati damainya hujan, namun tidak ada yang dapat menandingi keceriaan surya. Orang mungkin menangisi hujan yang merajelala hingga melahap seluruh pijakan yang ada, namun tak ada yang seganas paceklik yang diciptakan musim panas.

Sungguh, bilamanakah musim panas dan hujan berkomplot menggilai manusia? Tidak ada yang tahu, sungguh, tidak ada.

- Maria Isabella

2015

Background gambar saya dapat dari layout lettrs.
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Maria Isabella’s story.