Mengapa puisi menjadi gelap?

Aku tidak ingin bilang “aku adalah seorang penyair” kalaupun ingin kusebut diriku penyair, sudihkah anda mengangkatku sebagai seorang penyair, kalaupun mau, begini saja, aku lebih suka menyebut diriku sebagai seorang yang suka dengan puisi, aku dan kamu juga suka dengan puisi bukan?.
Kalau Iya?.
Apakah anda suka dengan puisi karena teksnya atau karena pembuatnya? Anda berhak menyukai salah satunya, anda berhak juga menyukai keduanya. Tetapi perlu saya sampaikan, saya tidak mengerti keduanya, aku lebih suka puisi karena kegelapan yang di kandungnya.
Puisi menjadi gelap, karena mungkin di buat dalam ruang yang gelap. Ruang gelap sekaligus sunyi, sunyi akan kata yang telah dianggap mati. gelap nya puisi juga bisa diakibatkan oleh gelapnya ruangan pembaca saat berhadapan dengan sebuah puisi. sebenarnya tidak ada puisi yang gelap. kecuali puisi menghadapi pembaca yang gelap.
***
Penyair menempuh dimensi citra objek yang terlalu penuh untuk ditampung dalam se-kata dan beberapa kata untuk hadir sebagai sebuah puisi.
Objek yang penuh adalah subjek yang sadar, tetapi bukan hal mudah untuk menjadi penafsir objek yang penuh. dan hampir mustahil untuk menjadi subjek yang sadar. Dihadapan puisi akhirnya kita menjadi gelap.
Jika seorang penyair menuliskan kata “Bunga” dalam syairnya, maka ia sedang melakukan mobilisasi semua bunga dalam kata bunga. tetapi Bunga yang di tulisnya bisa berarti personifikasi dari “bunga di mata seorang gadis manis”. untuk mengerti skema ini kita sebagai pembaca harus memiliki kompenen intelektual yang dekat dengan kata dan konsep kebahasaan. tetapi komponen intelektual yang anda asah hanya akan memunculkan ide puisi, bukan kualitas.
Seorang yang meleburkan dirinya pada sebuah puisi, dengan membersihkan dirinya dari segala teks yang di produksi kompenen intelektualnya, akan mampu merasakan kualitas puisi. Tetapi sungguh sulit untuk bisa membersihkan diri dari segala teks yang memenuhi tabula rasa anda. Kualitas itu biasanya datang dengan spontanitas di luar dari rencana logis. Tetapi, tidak semua teks yang di sebut puisi memberi kualitas spontan kepada pembaca, hanya puisi yang dibuat dengan kesadaran dirilah yang membuka tirai kualitas yang seksi itu.
kegelapan puisi adalah akibat dari pergaulan buta pembaca dengan kepalsuan diri. selama pembaca tidak berkegiatan untuk membaca, maka puisi akan selamanya menjadi gelap.
mudah-mudahan, tulisan ini juga tidak jadi gelap.