Senang, Sabar, Meredup

29 Desember 2014

Saat pagi membuka mata, merasakan indahnya kabar dimana aku tlah diterima dalam suatu pekerjaan, dengan semua usaha yang sudah aku lakukan dan percaya diri membuat aku senang bukan meredup. Sebelumnya, hanya mencoba dari apa yang aku baca pada surat kabar “Article Online Writer”. Sesuatu kesempatan terasa ada dan mencoba langsung dengan mengirimkan email CV+Lamaran. Ah lega setelah mengirimkan..

Sesaat kemudian, balasan pun datang. “…Mengikuti Test Online keesokan harinya”. Hati senang, gembira, dan semangat seolah aku benar-benar menyukai pekerjaan ini..

Alhamdulillah setelah mengikuti Test Online, berita balasan mulai terasa pagi tadi karena aku diterima. Semoga ini awal yang baik Aaaaminnn..

Aku senang pagi itu. dan secara langsung mengikuti instruksi selanjutnya.

Dari buka, email, YM lanjut untuk joblistnya. Waw pengalaman pertama yang sangat membuatku bersemangat bercerita.

Satu hal lagi, tentang koreksi dari test online kemarin adalah kurang telitinya aku dalam mengerjakan test. maklum menulis bukan hobi, tapi masih jadi keinginan yang belum terbiasa dan waktu yang mepet padahal sih lama haha. Tapi setidaknya aku bisa nyelesaiin, dan Alhamdulillah nya ketrima. Haturnuwun Ya Allah,..

Setelah merasa senang, jam sudah pukul 12.00. Mulai sakit yang sedang aku alami terasa. Seperti digerogoti ulet, semut merah, ohhhh sakit dan geli. Bengkak di pipi, bengkak di gusi. Bahkan sakitpun tak ada yang mengerti. Emang iya lah, orang yang ngrasain kan cuma aku dan hanya aku. Akhirnya minum obat, tapi tak sembuh langsung. Apa emang reaksinya belum ya? sempat mikir.. Obat ini emang tak fungsi kali haha.

lanjut dan aku percepat, anter mama ke kantor dinas. Ambil gaji ceritanya hehe terus lanjut ke suatu daerah pasar. Di perjalanan, serasa ingin meledak !! Udah panas, macet, jalanan alternatif banyak ditutup. Ah penuh perjuangan dan karena Berbakti sama Mama apapun aku lakuin deh.

Akhirnya sampai daerah Pasar dan menuju kedai susu. Eh kirain mampir makan + nyusu, tak taunya Rame banget. dan dengan tanda besar REUNIAN TEMEN MAMA ZAMAN SMA. Ada gosip, ada arisan, ada bahas pengurus kayak pembentukan partai deh pokoknya. Yang bikin aku pede, Aku dibilang anak yang ganteng ☺ hihi.. Emang bener (Lalu diminta Fotoin). Plakkkk

Ah sudah sudah ceritanya, lanjut pulang, sambil marah-marah. Padahal semestinya tak boleh lah marah sama Mama. Dosa besar. Maaf ya Allah hamba Khilaf, karena sebab kecil dan sebab sakit bengkak pipi kayak kartun, wajah jadi kotak kayak Ayahnya sinchan. Sabar, lalu menulis cerita ini. Sekian dari Saya dan ceritaku hari ini. Terimakasih..

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.