Sesuatu yang Kukirimkan untuk Menyambangimu Suatu Pagi

Kepada Ode

— — — — — —

Kata-kata memiliki kekuatan mereka masing-masing. Ketika sebagai sajak ia kubebaskan seolah-olah tanpa arah, sejujurnya ia selalu tahu senyuman mana yang mesti ia rekahkan. Hati mana yang mesti ia lapangkan.

Bukankah kau juga mengimani kata-kata? Kata sifat seperti cinta adalah kaca yang rapuh, lekas pecah, dan berbahaya. Sebetulnya, aku tidak ingin menggunakan kata itu dalam sajak ini, sebab aku tidak mengangankan ia membawakanmu luka (sekali lagi).

Tetapi tentangmu,
Adakah padanan kata yang mampu lebih setia darinya?

Bagaimana pagimu? Hati-hati berjalan turun dari tempat tidur. Barangkali ada sesuatu yang rapuh pecah di sekitar pintu setelah semalaman berjuang menyambangimu dalam mimpiku tentang kita.

Kau akan melihat lantai dan berjalan bersejingkat pagi ini. Ketika kau mendapati bibirmu merekahkan senyuman, aku terbangun dengan hati yang lapang.

-Makassar, 2016

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Fathul Karimul Khair’s story.