Hilda M. R. — Jurnalis at Detik

Jurnalis mungkin sudah sering kita dengar, lihat, bahkan kita sendiri bisa jadi adalah seorang jurnalis. Hilda seorang jurnalis di Detik Biro Surabaya ini adalah salah satu jurnalis muda yang punya pengalaman baik dalam bidang jurnalis. Ia telah meliput berbagai macam berita di surabaya dan sekitarnya termasuk saya kala itu, wkwk.. Yuk simak perbincangan saya dengan Hilda mengenai perjalanannya hingga hari ini menjadi seorang jurnalis. Meski mungkin artikel saya akan banyak di komen olehnya wkwk :D
1. Halo Hilda sekarang kesibukannya apa dong ?
Ya lagi sibuk kerja sih, mau apa lagi coba :D Kebetulan juga aku kerja di Detik Com biro Surabaya, jadi banyak liputan sekitaran sini aja kok. Sisanya ya sibuk jalan-jalan mumpung masih muda hehe
2. Ceritain dong awal mula masuk ke dunia Jurnalis ini?
Jadi gini… awal mula masuk ke jurnalis itu udah lumayan lama sih waktu masih SMA, jaman-jaman itu udah pengen banget jadi jurnalis makannya dari SMA udah mulai ngikutin ekstrakulikuler Jurnalis di sekolah. Nah dari situ berlanjut dong ke Kuliah, kebetulan banget aku juga kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya gitu dan ambil jurusan Jurnalis.
Setelah lulus alhamdulillah keterima juga di Detik Com dan jadi Jurnalis di situ hingga hari ini :) Banyak juga hal-hal yang mendukung saat kuliah sehingga yang mauku dari dulu jadi jurnalis bisa aku dapatkan semua ilmunya lewat kuliah.

Kejar dan Fokus pada mimpimu, usahakan selalu apa yang jadi keinginannmu hingga dirimu dapat mewujudkanya menjadi nyata
3. Setelah itu, apa langkah pertama yang kamu ambil hingga sampai menjadi seperti sekarang ini?
Kalau prosesnya sih yaa mulai dari “Gimana sih cara menulis yang bagus?” . karena kalau menurutku semua orang pasti bisa nulis dimanapun media dan tentang apapun itu. Cuman kalau kita mau nulis yang bagus atau enggak itu sih balik lagi tergantnung kemauan kita sendiri, kayak kita mau banyak-banyak baca atau enggak terus jam terbang kita nulis juga. Jadi ya aku terus berlatih untuk terus memperbaiki tulisan-tulisan yang masih amburadul hingga hari ini hehe.
Waktu kuliah juga sempet ikut lembaga pers mahasiswa di kampus, dari situ akhirnya aku banyak nulis-nulis juga, observasi, dan pastinya sampai wawancara sesorang. Nah dari situ, aku juga banyak belajar dan bersyukur banget bisa gabung bareng lembaga pers mahasiswa itu. Karena ilmu dari kampus cenderung lebih kurang di prakteknya jadi ya kita masing-masing individu harus ada kemauan untuk berkembang, selain itu untuk mengimbangi teori yang sudah kita dapat di kampus ya dengan mempraktekannya sesering mungkin.

Membaca kemudian mencoba membuat tulisan sendiri akan jadi praktikum seumur hidup untuk menjadi jurnalis. Pengetahuan dan pengalaman akan mengantarkan kita jadi jurnalis yang tidak hanya bertanya tapi juga bisa berdiskusi dengan baik.
4. Apasih tantangan terbesar menjadi seorang jurnalis?
Emmm.. Tantangan terbesar di dunia jurnalis itu banyak sih, kan kebetulan aku di Detik Com biro Surabaya.. Nah ketika masuk ke jurnalis daerah gini kita harus siap jadi apapun, liputan dimanapun, kapanpun, dan isu apapun. Jadi kalau kayak aku gini, lebih sering ngerjakan isu politik atau kriminal, pernah sih sampai aku harus liputan buat berita ekonomi, otomotif, olahraga, dan apapun itu hehe :D strong lah pokoknya.
Menurut aku ya setiap hari ada aja tantangan baru di dunia jurnalistik, contoh kalau aku lagi liputan isu politik atau kriminal biasanya yang aku alamin ya susah cari narasumber karena gabisa juga kan narasumbernya asal-asalan gitu, udah kejar-kejaran juga sama narasumbernya karena waktu atau kondisi tertentu.
Nah… Enaknya jadi jurnalis karena tiap hari tantangannya beda mulu kita jadi punya banyak relasi baru, ilmu baru, dan wawasan pasti tambah luas juga. Sehingga ya kita bisa berkembang setiap harinya dengan ilmu-ilmu baru itu sih hehe

Tidak ada tantangan yang berat, semua tinggal bagaimana kita bisa membangun keuntungan serta terus berkembang dari sesuatu yang kita kerjakan. Relasi, Ilmu, dan Wawasan yang terus di tambah setiap hari adalah hal yang tidak ternilai.
5. Bisa ceritakan proses belajarnya gak?
Kalau aku sih, untuk menjadi jurnalis itu kebanyakan teorinya aku dapet dari kampus sih. Tapi dari kampus aja menurutku gak cukup untuk menjadikan kita setelah lulus siap menjadi seorang jurnalis, nah waktu itu aku memutuskan gabung di Lembaga Pers Mahasiswa yang menjadi tempat aku belajar full. Hampir setiap minggu kita langsung praktek untuk nulis berita pada website actasurya.com atau majalah dinding kampus, hal itulah yang melatih aku bisa untuk terus improve skill nulis.
Selain itu saat gabung sama LPM ini aku juga dipertemukan dengan kakak kelas atau senior yang mana kita bisa lebih lues buat tanya-tanya sama mereka yang lebih dulu terjun ke dunia jurnalis ini, sehingga proses belajar juga lebih mantep gitu ilmunya dapet banget karena ada sisi empiris dari mereka juga.
Dari situ juga aku sempat magang di Kantor Pers Nasional yaitu Antara biro Jawa Timur, nah saat magang ini juga kita gak bener-bener langsung terjun ke lapangan tapi dari Antara juga ngajarin cara menjadi seorang jurnalis juga, jadi ilmu aku bertambah sebelum terjun untuk cari berita.
Setelah lulus dari kuliah aku langsung di tawari untuk jadi jurnalis Detik Com, menurut aku selain karena kita paham jurnalis proses dari mengikuti LPM hingga Magang di Antara juga pengaruh buat karir kita setelah lulus dari kuliah ini.

Membangun portofolio sebelum lulus memiliki pengaruh dan dampak besar bagi karir kita selanjutnya. Memanfaatkan seluruh kemampuan, ikut komunitas yang selaras dengan passion adalah hal penting yang akan menambah kekuatan kita dalam bidang yang kita geluti.
6. Makasih banget udah berbagi kisahnya nih, kalau dari Hilda ada gak sih saran buat temen-temen yang akan berkecimpung di Dunia Jurnalis ini
Nah buat temen-temen yang masuk ke dunia jurnalis ini, banyak-banyak belajar nulis, ketemu orang, observasi. Pokoknnya belajar jurnalis itu bukan hal yang susah bahkan ilmunya pun bukan ilmu yang ghoib wkwk sumbernya banyak, literasinya pun banyak. Semua orang bisa nulis dan jadi jurnalis, yang penting kita mau belajar dan serius buat dalemin sebuah bidang. Yaa.. penyakitnya adalah selalu malas, tapi kalau udah ngrasa ini adalah sesuatu yang nantinya bakal jadi goal kita maka ya gak bakal ada bosen-bosennya gitu buat terus belajar.
Perbanyak praktek dan praktek lagi, soalnya jadi jurnalis itu kita gak bisa cuman sekedar baca teori aja. Baca juga buku-buku, artikel, atau apapun itu untuk menambah kosakata kita, karena penting banget nambah kosakata dalam penulisan di dunia jurnalis ini.
Selain itu, perlu diperhatikan adalah penggunaan EYD atau Ejaan yang baik dalam penulisan karena dengan memperbaiki ejaan pasti tulisan kita lebih enak dibaca dari susunan katanya gitu.. Pun begitu dengan tulisan kita yang rapi juga gak bakal nyusahin editor nantinya, sehingga berita yang kita sajikan lebih cepat dan lebih tepat dalam penyampaiannya (Gak kayak tulisan yang punya artikel ini, ahahahah) 😜. Udah gitu aja sih kira-kira, next mungkin akan share in detail teknis gimana sih cara nulis atau ada gak sih teknik-teknik tertentu di dunia jurnalis ..
Asah tangan-tangan kalian dalam membuat tulisan, mempelajari teknik-teknik jurnalis sebelum semua terlambat. Manfaat seluruh sumber daya yang ada, jangan takut untuk salah, karena belajar memang terus berproses hingga kalian menguasainya.
Terimakasih hilda buat ceritanya, semoga manfaat ya buat temen-temen yang sedang ada di posisi ini ataupun akan masuk kedalam dunia jurnalistik 😉
Oh ya kalau kamu mau share juga tentang dunia pekerjaan atau hal tertentu yang bisa di share kebanyak orang, saya siap dengerin kok tenang aja hehe 😄
Instagram Hilda : https://www.instagram.com/hiiiillllda/
Instagram Saya dong : https://instagram.com/@masginta
