Neuroscience untuk Startup & Talent War

ilustrasi otak

Kalau hanya boleh pilih satu hal yang sangat menggugah rasa penasaran saya, maka itu adalah tentang cara kerja otak kita.

Saya mulai “coding” (memprogram software) sejak usia 13 tahun, dan dengan memprogram software komputer, saya terkagum-kagum dengan bagaimana otak kita memproyeksikan cara-nya yang unik, untuk menciptakan “kecerdasan buatan” dalam bentuk software komputer. Ya, dengan “coding” lah, saya menjadi sangat penasaran dengan cara kerja otak.

Jadi, selain “coding”, saya sangat senang menelisik berbagai penelitian & jurnal tentang Neuroscience. Neuroscience adalah cabang sains yang dicita-citakan oleh para pemuka-nya, akan mengungkap bagaimana otak dan sistem saraf pusat kita bekerja.

Neuroscience memiliki goal untuk mengungkap bagaimana “The Architect” menciptakan “CPU” bernama Otak, yang kemudian menjadi rumah bagi personality/kepribadian/kecerdasan kita.

Bersentuhan dengan Neuroscience, juga dekat dengan Self Development, Pengembangan Diri. Kalau Neuroscience adalah tentang Hardware-nya, maka Pengembangan Diri adalah Software-nya. Tentu saja, tidak semudah yang kita definisikan, namun dengan pemahaman kita saat ini, maka analogi hardware-software ini lah yang paling dekat.


Jika anda memiliki Startup, dan sedang struggle bagaimana mengembangkan kapasitas intelektual, atau sedang pusing membangun aset intelektual sumber daya manusia di Startup anda, maka mempelajari neuroscience dapat membantu anda untuk mengadopsi berbagai teknologi neuroscience yang cocok untuk organisasi anda.

Ini bukan tentang mencari pil ajaib, namun menyatukan pengetahuan tentang otak dan pikiran manusia, dan membuatnya bekerja untuk organisasi anda.

Sekarang dunia Startup sedang menghadapi tantangan kelangkaan tenaga spesialis “Tukang Bikin Kode Software” yang jumlahnya semakin menipis.

Talent War adalah kekinian yang sedang terjadi.

How to solve ?

Pembelajaran/pendidikan tentang coding perlu dibarengi dengan pengetahuan tentang bagaimana otak memproses “cara belajar/didik coding”. Dan pengetahuan tentang itu ada dalam neuroscience.

Para Mentor, CEO & CTO sebaiknya mulai memberi atensi pada neuroscience untuk mendapatkan insight strategis dalam menyelesaikan masalah kelangkaan Human Capital yang relevan, yang dibutuhkan oleh perusahaan.


Saya telah, sedang dan terus melakukan riset neuroscience yang relevan untuk kebutuhan saya dan klien saya.

Kini, saya ingin menginspirasi anda untuk mempelajari sains yang memang rumit dan penuh dengan hipotesis ini, siapa tahu, anda dapat menemukan cara terbaik untuk mengatasi berbagai masalah dan ekspektasi anda.

Goodluck :-)