Problempreneur : Fokus pada masalah kita untuk memecahkan masalah populasi yang lebih besar

Gambar diambil dari Wisdomtimes.com

Judul ini mungkin kontradiktif dengan pendapat dari beberapa pakar manajemen, namun bisa jadi manjur untuk beberapa founder bisnis & startup.

Mari saya cerita mulai dari diri saya sendiri.

Dulu, waktu masih remaja, saya krisis kepercayaan diri. Sedari kecil, karena jarang tinggal dengan orangtua, saya hidup dalam lingkungan yang represif dan memangkas rasa percaya diri, selama beberapa tahun hingga remaja.

Dan itu masalah buat saya, karena program itu tertanam dalam pikiran bawah sadar saya, dan saya akhirnya tumbuh untuk selalu hidup dalam kekhawatiran tidak bisa memenuhi ekspektasi orang lain pada saya.

Untungnya, saya bertemu dengan banyak buku dan program pengembangan diri untuk menyelesaikan masalah itu. Saya mendedikasikan waktu saya untuk mengembangkan rasa percaya diri yang sehat, terlepas dari pengakuan, penghargaan maupun ekspektasi orang lain.

Sambil berjalan memecahkan masalah saya, ada hal menarik yang saya temukan. Ternyata masalah saya dialami juga oleh banyak orang di seluruh indonesia, juga dunia. Bukan cuma masalah saya seorang.

Artinya, saat saya fokus menyelesaikan masalah saya, maka saya berpeluang membantu orang lain untuk turut meringankan masalahnya. Dalam konteks “tidak percaya diri”.

Lalu, benar saja, sembari saya menyelesaikan masalah saya, mulai saat itu juga saya mengembangkan sistematika dan aplikasi (software) untuk membantu orang lain memecahkan masalah yg sama dengan saya.

Bisnis saya, melalui aplikasi tersebut, akhirnya telah membantu lebih dari 3.000 orang yang secara spesifik mengalami krisis kepercayaan diri, untuk menjadi lebih percaya diri, meringankan hari-hari mereka dari beban yang menghambat mereka mencapai potensi terbaik dalam kehidupan yang hanya sekali jalan ini.

Tidak fenomenal seperti tech-star lainnya, tapi cukup bagi saya untuk “solving problem” :-)


Sekali lagi, kisah saya sama sekali bukan kisah fenomenal, tapi kisah ini dapat menggambarkan sebuah premis : “Fokus pada masalah kita untuk memecahkan masalah populasi yang lebih besar”.

Banyak startup fenomenal saat ini, dimulai dari founder yang fokus memecahkan masalah yang dia alami sendiri, lalu di-skala-kan ke level yang lebih besar dan massive.

Go-Jek misalnya, berangkat dari masalah pribadi pendirinya yang sulit mendapatkan ojek yang reliable dan nyaman. Dia fokus menyelesaikan masalahnya. Dan kini dia membantu meringankan masalah jutaan orang di Indonesia terutama di kota besar. Baik itu masalah transportasi, bisnis maupun penyediaan lapangan pekerjaan.


Well, semoga ini memberi tambahan keyakinan pada anda, bahwa dengan fokus pada masalah anda, barangkali anda juga dapat menemukan cara membantu masalah yang lebih besar, yang dialami populasi yang lebih besar. Dan mungkin dapat memetik keuntungan yang fair, dari solusi yang anda berikan.

Goodluck :-)