3 Rahasia Kelezatan Bakso

Kali ini saya ingin bercerita tentang 3 fakta penting dibalik kelezatan makanan kesukaan kita semua, BAKSO.
- Direbus pake celana dalam
Bakso yang enak itu ngerebus baksonya pake celana dalam. Awalnya saya tidak percaya dan menghubungkannya dengan salah satu ritual pesugihan. Sampai pada suatu saat saya bertanya pada abang tukang bakso, “bang rahasia bakso yang enak apaan sih?”. Awalnya si tukang bakso tak mau memberitahukan rahasianya “Rahasia dong.”, ucap abang tukang bakso. Kemudian saya memohon-mohon padanya dan berjanji tidak akan membocorkannya ke siapa-siapa, abang tukang bakso pun terketuk hatinya dan memberitahukan rahasianya “Ngerebus baksonya pake celana dalem dik” ucapnya dengan berbisik-bisik. Saya pun kaget dan hampir memuntahkan bakso yang sedang saya makan, “yang bener bang?!” tanya saya. Kemudian abang tukang bakso menjawab dengan santai “ya kalo ga pake celana dalam pas ngerebus saya risih dik, apalagi saya suka pake celana jeans, kasihan burung saya.”
2. Enak dimakan pakai Es
Selain direbus pakai celana dalam, bakso yang enak ternyata harus dimakan pake es. Saya mendengan info ini dari teman saya. Katanya dia di Kaliurang sana, banyak jual bakso pakai es. Awalnya saya ngerasa nggak masuk akal. Masa di Kaliurang yang dingin itu makan bakso pakai es, harusnya bakso disajikan hangat-hangat untuk melawan dinginnya suhu Kaliurang. Lalu beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk pergi ke Kaliurang dan mencoba mencicipi bakso yang dijual di sana. Sampai di Kaliurang saya langsung pesan bakso, “Pak baksonya 1 porsi ya.”. Bapak tukang bakso bertanya pada saya “Pake es nggak dik?”. Mendengar pertanyaan bapak tuang tersebut saya jadi teringat ucapan teman saya itu, saya pun kembali bertanya pada si bapak, “beneran pak baksonya pake es? masa dingin-digin gini makan bakso pake es?”. Dengan logat jawa yang medok si bapak menjelaskam, “lah yo nek makan bakso pake es, kalo ndak pake namanya bako.”. Mendengar penjelasannya saya seakan mendapat pengetahuan baru baru yang ingin segera sata tulis dan dikirimkan ke jurnal ilmiah.
3. Dimakan langsung di warungnya
Konon bakso yang dimakan di warungnya dan dibungkus untuk dinikmati di rumah punya rasa yang berbeda. Mitos itu saya dengar dari salah satu teman saya. “Coba deh kamu ke Bakso Pak Itok di perempatan sana, terus kamu pesen bakso satu dimakan di sana dan satunya lagi buat dimakan di rumah. pasti rasanya beda.”, ujar teman saya. Awalnya saya kira pasti ada demit penunggunya yang bikin makan bakso di sana terasa lebih enak. Soalnya saya sudah sering makan Bakso Pak Itok dan rasanya normal-normal aja, tapi memang saya belum pernah makan disana langsung soalnya cuma dibawain sama temen saya. Karena penasaran jam 12 siang pas saya meluncur ke Bakso Pak Itok dan memesan semangkuk bakso dan segelas es teh manis. Saya pun duduk manis sambil menunggu bakso dihidangkan. Berhubung pas jam makan siang orang-orang memenuhi warung bakso tersebut. Saya pun baru sadar kalo warung bakso tersebut terletak diantara sekolah khusus wanita dan sekolah pramugari, dan kebanyakan pengunjungnya dari dua tempat tersebut. Akhirnya saya paham apa yang dimaksud teman saya soal makan bakso di warung dan di rumah.