Ketakutan

Aku ingat kau sangat amat penakut, bukan? Mungkin itu sebabnya kau memilih pergi agar kau mampu menaklukannya.

Telah kau taklukan beberapa ketakutan kehilangan dan kecemasan yang semuanya kau campur adukkan dan membunuh setiap perasaan itu datang.

Kali ini aku jauh lebih penakut sejak kepergian dan ditinggal kau. Berkali-kali mencoba berliku-liku jalan dan pada akhirnya hanya akan ada kesunyian.

Disinilah aku yang selalu menunggumu pulang. Bukan tempat persinggahan yang setiap kali kau datang harus menyambutmu dengan perayaan-perayaan kesenangan. Kini aku hanya tempatmu berpaling Dari segala yang asing. Tetapi aku sungguh-sungguh membutuhkan pelukan untuk tubuh aku yang sering diserang ketakutan menghadapi diri yang setiap saat hanya sendiri.

Tidakkah kau merindukan ketakutan?

Aku melihatmu menangis

*inspirasi sajak Aan Mansyur

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.