Mochammad Wildan
Sep 1, 2018 · 2 min read

Masyarakat Buta Kebencanaan.

Negara Indonesia merupakan negara dengan bentangan alam yang beragam dan lokasinya yang berada pada pertemuan beberapa lempeng menyebabkan Indonesia memiliki banyak potensi bencana alam. Banyaknya frekuensi bencana ini terjadi bahkan mencapai 518 buah pada bulan januari sampai agustus 2018 -dilansir dari website BPBN.

Bencana yang segitu banyak terjadi didominasi oleh becana banjir dan longsor yang menimpa seluruh wilayah Indonesia. Selain dari itu ada juga penyumbang frekuensi yang banyak adalah gempa bumi, aktifitas tinggi gunung api, badai angina, dan lain sebagainya. Bila kita menganalisa bahwa bencana yang sangat banyak ini didominasi oleh banjir dan longsor yang memang terjadi di daerah-daerah rawan karena aktivitas manusia. Contohnya adalah banjir di daerah Jakarta utara yang memanjang terus terjadi, padahal hal ini disebabkan air-air kiriman dari bogor atau daerah tinggi lainnya. Padahal bila kejadian ini normal maka pemerintah Jakarta Utara khususnya DKI Jakarta sudah dapat menjawab permasalah ini dengan kanal kanal yang dibangun untuk jalur air. Namun, karena banyak faktor lain yang menyebabkan banjir ini terjadi adalah manusia dengan air yang penuh sampah maka sistem yang dibuat pemerintah kurang efektif.

Bencana longsor yang terjadi pun beberapa kali tercatat berasal dari daerah yang dihuni oleh manusia. Manusia dengan seluruh ketidak tahuannya membangung dan membuka lahan di daerah yang memang seharusnya diperuntukan sebagai daerah konservatif ,baik sebagai area penyerapan air maupun sebagai daerah lindung. Akibat dari hal ini maka fungsi lahan akan terganggu apalagi daerah daerah tersebut memiliki gradiern yang membahayakan dan berpotensi besar menjadilkannya longsor.

Pulau jawa yang merupakan pulau dengan kecenderungan kebencaan yang sangat sering terjadi di tinggali lebih dari 250.000 penduduk yang semuanya memliki kebutuhan masing-masing. Namun nyatanya kesadaran akan menjaga alam dan membuatnya tetap stabil tidak tertanam pada tiap tiap orang ini. Ketidak seimbangan yang membawa bencana seharusnya bisa dihindari apabila mereka paham akan bahaya yang ditimbulkan juga dengan kerusakan yang dapat terjadi suatu hari nanti.

Masyarakat perlu dibukakan matanya akan kejadian yang mereka timbulkan secara langsung. Baik berupa kekacauan hingga kerusakan alam yang akan mempengaruhi kehidpan manusia lainnya. Diluar kepentingan pribadi yang terus menerus meronta meminta dipenuhi harus ada Batasan akan bagaimana masyarakat ini sadar bahwa diantara semua itu ada kehiduapan orang lain yang terganggu. Menyambung kehidupan masyarakatnya dengan modal kepedulian terhadap alam adalah kunci dari menghindari beberapa bencana yang dapat terjadi oleh tangan-tangan kita.