Sekeras Batu

yang saya ingat setiap idul fitri adalah pesan guru saya, saat masih sekolah di surabaya. dia bilang, jika kau pulang nanti, saat kau meminta maaf pada ibumu, pandanglah matanya; jika kau tak menangis, itu tanda hatimu sekeras batu.

pesan itu saya ikuti, ketika pulang kampung, lebaran. saya menyalami ibuku, meminta maaf dan memandang matanya. menangiskah saya? ternyata tidak. oh, hati saya sudah sekeras batu.

saya baru menangis bertahun-tahun kemudian setelah ibu saya tak ada. menangis karena tak punya lagi kesempatan minta maaf, dan menguji keras dan lembutnya hati ini.

selamat hari raya idul fitri; mohon maafkan segala salah; maaf lahir batin…