Ibuku, rempah-rempah

Setiap pagi, disapunya wajah dengan wudhu, lalu disapunya dada penambah sabar sehari kedepan, lalu disapunya pekarangan, dimandikan kemudian anak bungsunya, lalu disapunya minyak kayu putih dipunggung juga perut si bungsu.
Ibuku, rempah-rempah. Dipanaskannya air, diseduhkannya ke bubuk teh, ditambahkannya kayu manis, manis.

Setiap siang menyapa, dibukanya daun-daun pintu, lalu dibukanya daun-daun jendela. Angin merayu ayu, sejuk.
Ibuku, rempah-rempah. Berdaster bunga-bunga anggrek, dipilihnya biji-biji pala yang telah ia jemur, juga cengkeh-cengkeh. Dibuatnya Sup Ayam untuk makan siang keluarga.

Setiap senja tiba, ayat-ayat suci dari masjid mulai memenuhi setiap rumah. Anak-anak bermain dengan riang. Ibuku mulai menyalakan lampu-lampu seisi rumah. Dipanaskannya air, lagi.
Ibuku, rempah-rempah. Di teras, ia kemudian tenang menyeruput kopi bercampur jahe, kayu manis, kapulaga juga cengkeh. Kopi rempah orang menyebutnya.

Ibuku, rempah-rempah. Hangat lagi harum. Menenangkan.