Menjelajah Lirik
Pernahkah kalian menyukai sebuah lagu karena liriknya?
Saya sering.
Kerap kali saya menyukai lagu karena liriknya barulah kemudian beat/melodynya. Berikut ini saya ingin share 2 lagu yang sarat makna yang mungkin saja belum pernah kalian dengar sebelumnya atau sudah pernah didengar namun tidak begitu menengok liriknya.
Hagia oleh Barasuara
Jurus lirik Barasuara menurut kamus saya adalah repetisi. Namun jurus inilah yang membuat pendengar semakin dibuat lebih mengingat dan kemudian memahami makna lirik. Judul “Hagia” berasal dari nama Hagia Sophia, bangunan di Istanbul, Turki yang mulanya gereja kemudian dijadikan masjid dan kemudian dijadikan museum (https://id.wikipedia.org/wiki/Hagia_Sophia). Dari pemilihan judulnya saja seolah sudah mengajak kita tentang sadar akan keberagaman.
Pesan lagu ini sangatlah mendalam meskipun hanya memliki beberapa line lirik. Barasuara memang dikenal tidak padat lirik, tapi lirik padat makna. Berikut adalah lirik lagu Hagia yang ingin saya bahas:
Sempurna yang kau puja
Dan ayat ayat yang kau baca
Tak kurasa berbeda, kita bebas untuk percaya
Makna lirik ini dikemas dengan eksplisit. Jelas sekali Barasuara ingin menyampaikan bahwa kita semua sama-sama memiliki hak untuk memeluk suatu keyakinan tertentu berikut praktik-praktiknya. Pesan untuk mengingatkan kita akan TOLERANSI beragama terasa sekali dalam lagu ini.
Hal yang jauh lebih menarik bagi saya adalah lirik berikutya:
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
Mulanya saya memahami makna ini sebagai kata-kata yang memang dibuat oleh si penulis lagu saja, tentunya dengan pemahaman dasar yang sama yaitu tentang toleransi beragama, berkeyakinan, menyiratkan bahwa meskipun ada yang berbuat salah pada “kami” (agama tertentu), tetaplah “kami pun mengampuni” (kami maafkan), karena seperti itulah hakikatnya orang beragama. Ulik punya ulik, barulah kemudian saya tahu bahwa lirik ini adalah sepenggal Doa Bapa Kami yang kemudian dipilih oleh Iga untuk dijadikan lirik lagu ini (ya, semua liriknya oleh Iga, vocalist). Menarik! He wants to say something about religion then he puts something from a religion into it.
Lagu ini semakin menghanyutkan saya ketika negeri ini riuh dengan ketegangan yang menyeret-nyeret agama kedalamnya beberapa waktu lalu.
Seperti Rahim Ibu oleh Efek Rumah Kaca
Jika kalian adalah penonton setia talkshow Mata Najwa, tentu tidak asing dengan lagu ini. Seperti Rahim Ibu adalah theme song talkshow tersebut. Liriknya dibuat oleh Najwa Shihab dan dinyanyikan oleh Efek Rumah Kaca. Sudah bisa Anda bayangkan how deep this song is. Mulanya saya mengetahui lagu ini lewat postingan di instagram karena mengikuti (follow) akun keduanya, Najwa Shihab dan Efek Rumah Kaca. Kemudian mendengarkan lengkapnya di Spotify.
Berikut adalah sepenggal lirik lagu Serupa Rahim Ibu:
Kemanusiaan itu
Seperti terang pagi
Rekahkan harapan
Menepis kabut kelam
Seandainya negeriku
Serupa Rahim ibu
Merawat kehidupan
Menguatkan yang rapuh
Lirik yang puitis dan penuh pengharapan. Bagaimana bisa saya tidak menyukainya?!
Berikut ada penjelasan lebih tentang makna lagu ini lewat penjelasan Najwa Shihab tentang lagu Seperti Rahim Ibu:
“Jadi itu bicara soal harapan. Terus di Rahim ibu itu kan sel-sel yang tadinya rapuh saling bersatu saling menguatkan, dari mulai hanya satu sel menjadi jutaan sel, sampai akhirnya menjadi bentuk manusia dan dikasih roh. Jadi di Rahim ibu itu ada yang tadinya lemah menjadi kuat dan negeri ini harusnya seperti itu.. yang lemah dikuatkan, yang kuat tidak semena-mena. This is penggambaran negeri seperti Rahim ibu itu dimana ada optimisme, ada semangat, ada doa, ada harapan, ada yang tadinya bercerai berai jadi satu dan jadi suatu keajaiban, that’s what Rahim ibu means and this country should be seperti di Rahim ibu dimana semua saling menguatkan.” (minute 12:22 on https://www.youtube.com/watch?v=Bc596a-HUo4)
