Akhir pekan tak melulu sendu

Melakukan perjalan di akhir pekan bersama sahabat merupakan cara untuk membangkitkan suasana hati dari rutinitas ibu kota yang penat dan padat.
Pada akhir pekan lalu salah satu sahabat saya menghubungi untuk pergi berkemah tentu ajakan itu langsung saya iyakan mengingat pekan ini tidak ada kegiatan yang akan saya lakukan selain beres-beres kontrakan.
Oke jadwal telah kami tentukan saatnya mencari peralatan kemah. berhubung kami bukan anak pendaki maka semua alat kami sewa.
Pukul 11 siang kami berenam meninggalkan makassar pergi ke malino dengan cuaca cukup panas sekitar 30 derajat celsius.
Ditengah perjalanan kita banyak sekali melakukan drama mulai dari ngambek tidak jelas, tanjakan yang cukup berkelok lalu membuat motor saya tidak mampu naik. Tetapi setelah melakukan drama ditengah perjalanan akhirnya kami tiba di malino dengan senyum lebar. Udara dingin dan pepohonan hijau menyambut kami disitulah saya merasa beban saya mulai berkurang.

Tenda telah terpasang matahari mulai terbenam udara dingin merambat masuk ke pori pori dan tentu hidung saya mulai meler akibat cuaca dingin.
Saatnya minum kopi dan makan cemilan sebagai pelengkap cerita sore ini.
Bintang mulai nampak milkway samar samar terlihat kegaduhan mulai terjadi malam itu, akhir pekan memang selalu ramai ditempat ini banyak orang datang baik untuk ingin berkemah atau sekedar iseng saja seperti yang dilakukan beberapa pengunjung.

Sepanjang malam kami banyak bercerita tentang hidup, impian, dan juga cinta ( dikategori ini saya kebanyakan saya menjadi pendengar).
Banyak harapan dan impian yang kami diskusikan sepanjang malam dan salah satunya adalah akan jadi apa kita 10 tahun kedepan ?
Beberapa kawan menjawab mungkin saja saya sudah menikah, memiliki anak dan bisnis. Ada juga yang ingin keliling dunia dengan pekerjaan yang ia senangi.

Yang jelas malam ini merupakan malam terbaik yang pernah saya miliki sepanjang camping yang saya ikuti. Bersama mereka saya tidak menjadi orang lain dan mereka tetaplah mereka kawan yang selalu mengagumkan.
