Sembari memejamkan mata ku menunggu hingga peluhku lelah. Tapi kemudian dirimu nampak tanpa memberi isyarat. Seperti balon yang meletus tiba-tiba itu rasaku saat itu. Kemudian satu demi kata terlantun tanpa pikir. Dan kemudian setelahnya membaca secara saksama. Seakan ada sirat tapi raguku selalu ada. Iya mungkin ini hanya permainanmu kataku. Dan dia yang berjuang untukku. Akh pikirku mulai kalut. Ya Tuhan jika aku bisa meminta izinkan dia untuk bersama dengan orang yang didambanya kataku dalam hati.