When God Calls — Kupang Story

Kesaksian Kupang

Invasion Camp Kupang

Pernah merasakan Tuhan memanggi­­l Anda secara spesifik sampai Anda merasa gelisah ketika tidak mentaati kehendakNya?

Pernah merasakan ketika Tuhan yang membuka perkara, Dia juga yang akan menyelesaikannya?

Pernah merasakan sia-sia di mata dunia, tetapi merasa sangat berharga di mata Allah?

Saya mengalaminya.

28 Mei 2017, sampai detik ini Saya tidak berfikir untuk mengikuti mission trip yang umumnya diadakan saat liburan tiba. Bukan karena tidak memiliki hati, tetapi karena Saya memang harus mengikuti kuliah lapangan yang akan diadakan pada bulan Juli sampai Agustus 2017 ini. Dana yang diperlukan untuk mempersiapkan pergi ke lapangan pun tidak sedikit, untuk seorang yang mengandalkan Beasiswa, membayar biaya Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) belum ditambah perlengkapan spek dan biaya hidup kuliah lapangan nanti, yang mungkin totalnya +- Rp.4.000.000 itu berat.

Dengan memberikan sebagian waktu untuk bekerja membantu orang tua, kerja sampingan juga, ngajar, dsb, supaya biaya yang dibutuhkan setidaknya dapat terpenuhi. Jangan sampai menyusahkan mamah lagi, beliau sudah bekerja terlalu keras untuk keluarga.

Suatu ketika, di malam saat berdoa, Tuhan mengingatkan suatu kota yang bernama Kupang. Saat itu juga, memfixkan diri menjadi sender untuk kota tersebut.

“OK, Tuhan. Aku bakal cari dana lebih supaya dapat menginvestasikan yang kumiliki ke kota itu, walaupun aku ga bisa pergi kesana”

Beberapa kali pun membantu teman-teman yang akan pergi misi ke pulau paling Timur Indonesia, karena fikirku sekalipun kamu tidak bisa pergi, kamu masih memiliki daya untuk membantu.

But, apa yang terjadi jika ternyata sinyal jawaban doa yang disampaikan Tuhan itu berbeda dengan yang difikirkan Kita?

Sebenarnya ini terlalu sulit untuk dikatakan, tapi rasanya seperti otakmu berkata tidak tetapi hatimu berkata ya.

Setiap pertanyaan “Mau pergi misi kemana?” terjawab dengan “Liburan ini jadi sender dulu aja, karena satu, dua, dan beberapa hal”

Semakin menuju penghujung bulan Mei dan datang awal Juni, kegelisahan ini sudah semakin menjadi-jadi. Maksudnya gimana? Yang tadi Saya sudah bilang, otakmu berkata tidak, namun hatimu berkata ya. Alkitab menggambarkannya seperti ini:

Mazmur 77:4
Engkau membuat mataku tetap terbuka; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.

Tuhan, sebenarnya Engkau mau aku pergi (go) atau menjadi sender?

Rasanya ini ngga mungkin untuk terjadi, terlalu dadakan Tuhan. Persiapan dana tidak ada, izin biasanya harus bilang berbulan-bulan jauh sebelum kegiatan ini diadakan terlebih dahulu, dan sudah banyak agenda kerja yang harus dilaksanakan bulan ini.

Berdoa selama beberapa hari dan mendapati kondisi When God is silent. Secara pribadi sih, sebenarnya gampang aja, untuk apa terlalu dipermasalahkan perasaan yang menggantung ini? Tuhan pun serasa tidak berbicara ketika Aku butuh jawaban. Aku bisa memilih untuk menjadi sender, kembali kerja, kembali membantu mamah, memulai untuk mengerjakan lomba yang baru saja dicanangkan bersama tim, dan belajar mempersiapkan segala materi dari semester 3 sampai 6 untuk kuliah lapangan nanti. Beres. Itulah fikiran manusia.

Suatu hari ketika dorongan untuk pergi misi yang ‘agak’ mustahil ini semakin menguat, akhirnya Saya berbicara ke salah satu teman yang sering menceploskan firman Tuhan dimanapun, kapanpun.

“Semakin besar kemustahilannya, semakin besar kesaksian bagiNya. Menurutmu Tuhan mau pilih kamu jadi seperti apa?”

Dengan tidak berfikir lama Saya jawab “Ya, pasti Tuhan mau Dia semakin dipermuliakan bahkan lewat kemustahilan itu”

It was right. Dalam kelemahanku justru kuasa TUHAN semakin sempurna.

Amos 3:73
“Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi”

Intinya, segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa Tuhan yang memberitahu kamu. Ia pasti memberitahukan keputusanNya padamu.

Pada akhirnya jelas semua. Melalui beberapa orang yang berkata “Mei, pergi ke Kupang saja” di tempat dan waktu berbeda, membuatku berani untuk mengatakan kepada kak Trisna tentang kegelisahan yang ‘dibuat’ Tuhan ini.

Believe or not, dia berkata “Tadi malam kakak berdoa agar Tuhan mengirimkan orang-orang untuk pergi ke Kupang. Karena sampai detik ini orangnya masih kurang. Puji Tuhan ya, ternyata orangnya adalah kamu.”

Di sisi lain juga ternyata ada PJ Misi Kupang yang berdoa agar ada orang-orang yang dapat pergi kesana.

Oh~ Salah satunya dari doa doa mereka yang memanggilku untuk pergi. I accept God.

Jika Tuhan yang berjanji, Engkau juga yang menyelesaikan semuanya, bukan?

Malam saat persekutuan doa itu, kejadian unik terjadi kembali. Salah seorang teman Saya, sebut saja Trivia, ketika kami sharing firman, yang Saya sampaikan adalah pengutaraan bagaimana Tuhan menyuruh Saya pergi misi, padahal dia tahu kita tidak bisa ikut semester ini.

“Hmm, Mei, Aku belum kepikiran sama sekali buat Misi, jadi sender aja. Sejujurnya, aku belum ada belas kasihan pada jiwa-jiwa”

Those sentences sangat aku ingat. Karena, saat itu jujur saja sebenarnya Saya juga tidak berlandaskan pondasi belas kasihan kepada jiwa-jiwa disaat memutuskan untuk pergi. Berdoa bagi jiwa-jiwa iya kok, tapi karena terlalu sering melihat orang yang ‘seolah’ tidak butuh kasih karunia cukup membuatku kurang percaya akan kesungguhan hati orang yang rindu bertobat.

Kerennnya Tuhan yang membuat Saya berkata “Kamu belum merasakan rasanya gelisah karena disuruh Tuhan secara langsung sih. Kalau kamu udah rasakan sendiri, kamu ga akan bisa nolak.”

Singkat cerita sesudah sesi doa syafaat, malamnya lewat telfon dia mengatakan hal yang sama terjadi padaku.

“Mei, jelas, Tuhan juga menyuruhku pergi ke Manado. Tapi izin dari papah, rasanya itu mustahil”

Saya sih ketawa aja. Kalau Tuhan sudah berjanji, Dia yang menyelesaikan semuanya.

Besoknya, dia dapat izin dengan sangat mudah, which is sangat mustahil terjadi.

Tiada yang Mustahil BagiNya.

Ketika uang dianggap menjadi masalah terbesar saat itu, -karena tidak mungkin pergi tanpa beli tiket dulu kan-, menjadi terlalu kecil bagi Allah yang berkuasa!

Perizinan puji Tuhan sudah di tangan. Tiket pergi puji Tuhan tersedia. Masalahnya, gimana dengan kehidupan disana? Ongkos pulang? Bukan apa-apa, tapi sama sekali tidak ada uang, uang tabunganku untuk bayar biaya kulap Juli nanti. TUHAN TOLONG.

Berangkat dari Bandung hingga Surabaya dengan kereta, lanjut Surabaya hingga Kupang via pesawat.

Hari pertama sampai.

Jadi, percaya deh, Iblis itu tidak tinggal diam melihat kita sebagai anak-anak Allah semakin serupa dengan Bapa. Sejak hari pertama menginjakan kaki di tanah Kupang, yang ada di fikiran adalah bagaimana caranya pulang. Bukan aku yang ingin memikirkan hal itu, bukan. Tapi, fikiran yang menciutkan iman itu kadang sering terlintas dengan sendirinya.

Holy spirit is within me.

Petualangan iman dimulai. Salah satu hal yang terimani adalah jika Tuhan yang membawamu, percayalah karena IA rindu untuk memakaimu lebih luar biasa lagi! Dalam hal itu terkandung yang namanya kematian daging dan penyerahan hak.

Kematian daging ketika kita mau mematikan keinginan kita sendiri bagi Tuhan. Selanjutnya, penyerahan hak adalah tahap kedua agar kita dipakai Tuhan secara luar biasa. Penyerahan hak itu gaenak, sakit. Tapi, justru dalam penyerahan hak, kita sedang menukar apa yang kita anggap terbaik dalam hidup kita dengan apa yang Tuhan anggap terbaik buatmu!

Janji untuk Kupang

Sebelum lanjut membaca, silahkan untuk membaca Janji untuk kota Kupang yang tim dapatkan terlebih dahulu,

Yesaya 35:1–7, 10
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;
seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.
Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan
dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Bermula dari nol artinya sama sekali belum ada mahasiswa yang tertanam dari kota Kupang ini, mengharuskan tim mengadakan perintisan perintisan ke kampus-kampus yang ada di Kupang, diantaranya kampus UNDANA, UNKRIS, dan POLITANI.

Pemberita, Rasul, Guru, dan Gembala

Setiap manusia tahu kelemahan dan kelebihannya, tetapi cenderung lebih suka untuk melihat kepada kekurangannya. On the same way, Roh Kudus memampukan jauh melebihi apa yang kita dapat fikirkan.

Dalam satu hari, lebih dari dua puluh lima orang yang sudah Saya dan partner temui untuk publikasi retreat IC. Publikasi retreat hanyalah jembatan saja untuk masuk kepada kesaksian transformasi hidup dari hidup tanpa tujuan dan penuh dosa menjadi seorang yang ditebus oleh Raja Mulia, Yesus Kristus, dan oleh karenaNya, kita hidup!

Hanya kebenaran injil yang dapat menyelamatkan setiap manusia.

Untuk diri Saya pribadi, pembentukan terindah dalam misi Kupang ini adalah ketika Tuhan memproses dan meningkatkan level iman diatas sebelumnya.

Ketidakpercayaan diri saat memberitakan injil, apalagi mungkin preaching di hadapan banyak orang, semua itu telah dibabat habis dengan kuasa Tuhan.

Saya aja bingung sama diri sendiri, tiba-tiba PI kesana, habis itu PI kesini, PI kesitu, PI PI PI. Padahal dulu Saya hampir selalu tidak percaya diri saat PI karena merasa sepertinya karuniaku hampir semua kecil, hanya pengajar yang tinggi (dan itupun belum terasah). Maklum ya, seseorang yang perlu dipulihkan terus dari latar belakang gambar diri rusak memang sering memilih extreme kiri.

But God has been defeated the Grave. He has won!

2 Timotius 1:8–11
8. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
9. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10. dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.

Kata-kata terakhir itu, telah ditetapkan sebagai pemberita, rasul, dan pengajar. Sungguh merhema. Jujur saja, sebelumnya Saya ini orangnya kadang mengkotak-kotakan sesuatu.

“Ya, Saya kan pengajar. Jadi harap maklum kalau ngga terlalu bisa lancar memberitakan injil. Harap maklum kalau ngga terlalu gembala”

Tapi, Tuhan patahkan statement itu.

Bagianku dan bagianmu ya ditetapkan untuk menjadi pemberita, rasul, dan pengajar. Well, itu tiga-tiganya loh ya. Bahkan dari ayat lain mengatakan “pengajar dan gembala”

Ko Jimmy berkata kepadaku di Jakarta setelah misi Kupang.

“Mana ada gembala yang tidak mengajari? Dan tentu saja seorang pengajar pun perlu hati gembala. Kalau tidak mana ada murid yang mau diajari?”

Wu, semua ini benar-benar merombak habis dalih-dalih.

Triwira ALLAH (2 Samuel 23:8–9)

Komsel Gabungan di Pantai, Sion Kupang

Mendapatkan saat teduh mengenai Triwira saat di Kupang. Setelah melihat buah penjangkauan dari satu kampus ke kampus lainnya, benar memang triwira itu dibangkitkan dari tiga kampus berbeda.

Semuanya memang karena kasih karunia Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita secara pribadi.

For Your Information saja, hari penjangkauan pertama dan kedua itu hati ngga tenang, karena kekuatiran gimana cara agar nanti bisa pulang. Tapi, ketika selesai saat teduh, selesai briefing, keluar dari kos dan menaiki motor, ada kekuatan yang selalu mengatakan

“Lakukan yang terbaik untuk TUHAN. Kamu ada disini karena AKU. Berikan kekuatiranmu”

Sebagai hamba yang mau belajar taat, akhirnya taat.

Singkat cerita, Saya dan Elsa pergi ke UNKRIS dan bertemu dengan dua orang anak yang bernama Hesly dan Whina (UNKRIS Inggris 2015). Respon yang kami dapatkan saat itu adalah muka jutek, diberikan pertanyaanpun hanya tertawa kecil saja tanpa jawaban. Tetap beriman memberikan kesaksian dan PI singkat karena mereka harus segera masuk kelas. Tapi inilah Roh Kudus. Ketika besoknya Saya kembali mengajak mereka bertemu, puji TUHAN dengan amat responsif mereka mau ditemui bahkan mau untuk dimuridkan. Ada rasa yang benar-benar haus akan firman TUHAN.

Pelajaran 1 : Jangan batasi kuasa Roh Kudus, sekalipun mungkin orang tersebut tidak memperdulikan perkataanmu di saat itu.

Setelah itu, kami pergi kampus POLITANI. Di sebuah pondok berisi kursi kursi bulat dari semen yang melingkar kami duduk. Ada dua orang mahasiswi POLITANI yang juga sedang duduk, Kak Tin dan Kak Qory (Orang-orang Kupang sering menyebut kak sebagai sapaan).

Dalam hati ada semangat yang menggebu-gebu untuk terus bersaksi dan memberitakan injil.

Waktu berlalu dan akhirnya sore telah tiba. Energi sudah habis, suara sudah mengawang, rasanya ingin segera istirahat karena memang berhubung waktu sudah menunjukan pukul 5 sore yang artinya team boleh kembali ke basecamp.

Berlokasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kampus UNDANA, Saya Elsa dan Samuel melihat 1 kelompok cewe-cewe yang sedang rumpi. Kami sempat galau sih, datang ke mereka atau ngga, karena saat itu mereka udah melihat kita dari kejauhan dengan tatapan yang mencurigai.

“Tanggung nih, ayo deh kita sikat! Sekalian lihat sunset”

And, You know what?

Memberitakan injil dibawah sunset itu sangat indah. Indah karena ada pimpinan TUHAN tentu saja. Saya bersaksi mengenai kebaikan Tuhan kepada Lastri dan Sheena FEB 2015, dan Roh Kudus menjamah mereka.

Pelajaran 2 : Maju dengan kuasa Allah!

Hadirat Tuhan dan Urapan

Holy Spirit abound in Us (Invasion Camp, Kupang)

Saya bersyukur boleh mengalami peningkatan level iman di Kupang ini, dan di titik ini Saya mengerti bahwa lawatan serta urapan yang diberikan Tuhan itu diberikan kepada semua orang yang memberi diri untuk dipakaiNya. Dan urapan tersebut hadir dari kehidupan yang terus dibangun dalam hadirat Tuhan, baik saat teduh dan dimanapun kamu berada.

Sebagai kesaksian, seringkali Saya memakai logika dan hal ini membuat Saya kadang bertanya “Kok bisa ya, ketika orang-orang berdoa dan Roh Kudus menjamah, ada yang rebah atau berkata-kata dalam Bahasa Roh seketika itu juga atau manifestasi lainnya.”

Tapi, ketika di Kupang ini, Tuhan terus memperbaharui satu persatu bagian dalam hidupku, salahsatunya dalam hal sungguh-sungguh percaya terhadap kuasa Allah!

Iblis tidak tinggal diam meracuni banyak anak-anak muda di kota Kupang, sehingga dosa perzinahan sangat mandarah daging dan dianggap hal yang lumrah.

Hosea 5:4
Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka, dan mereka tidak mengenal TUHAN

Okultisme juga masih melekat pada diri mereka atau sanak keluarga. Tentunya semua ini hanya dapat diselesaikan dalam nama Yesus!

Okultisme dan perzinahan adalah dosa, dan dosa adalah kejijikan di mata TUHAN.

Yeremia 44:3–4
3. Itu disebabkan oleh kejahatan yang telah mereka lakukan untuk menimbulkan sakit hati-Ku, yakni mereka pergi membakar korban dan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal oleh mereka sendiri, oleh kamu atau oleh nenek moyangmu.
4. Terus-menerus Aku telah mengutus kepadamu semua hamba-Ku, para nabi, dengan mengatakan: Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang Aku benci ini!

Ketika Saya mendoakan dan menumpangkan tangan diatas anak-anak rohani, comes anointing of Holy Spirit. Mereka mulai berbahasa Roh, ada yang tumbang dan memuliakan Tuhan dengan mazmur baru, Sungguh pembebasan telah terjadi!

Kisah Para Rasul 2:4
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Pelajaran 3 : Kamu juga mendapatkan bagian yang sama dalam urapanNya. Tuhan juga mampu memakaimu. Dirikanlah mezbah Tuhan dalam hatimu dan tinggal dalam hadirat Tuhan senantiasa.

Kupang O Kupang

Terima kasih Tuhan atas sepuluh hari yang sudah boleh Saya lalui di Kupang. Saya rindu semakin banyak orang yang ‘dulunya’ suam-suam kuku semacam Saya menjadi orang yang dipakai Tuhan lebih nyata lagi.

Yesaya 59:19–20
(:19) Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.
(:20) Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.
This is what Isaiah called by “Tempat matahari terbit dan matahari terbenam”