Pejamkan kedua matamu, mari kita kerucutkan bidang pikiran yang luas ini menjadi terpaku pada satu sudut.

Ya, itulah tujuan dan inti dari buah pikiran yang selama ini berputar dan bergejolak.

Letih kita meradang pada hari, lelah kita kemudian mencaci pada keadaan. Padahal kita semua terlahir dari buah kebaikan.

Jangan menyalahkan situasi dan keadaan atas buruknya sikap serta tabiat.

Kamu tidak salah kawan, kamu hanya sedang berada ditangan yang “kurang tepat”

Kamu tidak salah kawan, kamu hanya belum menemukan “penawarmu” yang sejati.

Karena pada akhirnya yang kamu (kita) cari adalah sebuah penawar dari letih.

Penawar letih bukan hanya mampu menjadi penawar, namun ia adalah sumber dari segala ketenangan dan keteduhan.

Kamu, penawar letihku. ( — Sigit H. Yudanto / Feb. 05, 2016)