Hala Parvana
Sep 4, 2018 · 1 min read

Reda, redalah…
Reda di antara tangis dan tawa
Duka tersirat di pagi buta, lewat tatapan orang-orang papasan jalan
Basah kuyup oleh pikiran kertas-kertas angsuran
Atau, perasaan yang berhamburan pada tuntutan kehidupan
Mati pada 27 merupakan nyawa sebuah harapan
Sebab 28, 29, 30 adalah angka-angka stagnan
Sungguh…
Tentang kepastian
Tentang kesetaraan
Tentang kematian
Hanya seperti bualan
Ia tak pernah menemui cahaya
Surga saja terbagi pada lapisan-lapisan
Kesetaraan hanya omong kosong
Melihat ke atas dihempas
Melihat ke bawah diludah
Tetap saja, mati adalah tujuan
— — —
